Pembelajaran Inklusif, Agenda Akhir Pekan Siswa Sekolah Rakyat
Medan Merdeka Selatan, Jakarta—Pembelajaran inklusif menjadi agenda akhir pekan bagi 358 siswa Sekolah Rakyat (SR) pada hari kedua kunjungan edukasi ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Minggu (14/12/2025). Melalui pembelajaran langsung di ruang publik literasi, siswa diajak mengembangkan minat baca, memperluas wawasan, serta merasakan proses belajar yang setara dan bermakna di luar ruang kelas.
Kegiatan hari kedua ini merupakan lanjutan dari rangkaian kunjungan edukasi Sekolah Rakyat yang dilaksanakan selama dua hari, 13–14 Desember 2025, dengan total peserta mencapai 637 siswa dari wilayah Jakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan.
Salah satu siswa kelas X dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Kota Tangerang Selatan, Farisky Maulana Iman, mengaku terkesan saat pertama kali mengunjungi Perpusnas. “Baru datang saja sudah kaget, gedungnya besar sekali. Di lantai 21 juga terasa megah, pemandangannya bagus, jadi nyaman untuk membaca,” ujarnya.
Farisky mengungkapkan ketertarikannya pada koleksi buku filsafat Islam dan jurnalistik yang ditemuinya. Menurutnya, Perpusnas menjadi ruang belajar yang mendorong keinginan untuk terus memperdalam ilmu. “Buat saya ini seperti surga bacaan. Harapannya bisa datang lagi ke sini,” sambungnya.
Kesan serupa juga dirasakan oleh Zahwa Anindita Fauzi, siswa kelas VII dari SRMP 6 Jakarta Timur. Ia mengaku kunjungan ke Perpusnas membuat minat bacanya semakin tumbuh. “Di sini banyak buku, kursi dan mejanya enak, dan suasananya bikin betah. Awalnya saya suka baca, tapi setelah ke sini jadi lebih tertarik,” tuturnya.
Saat mengunjungi lantai 15, Zahwa menemukan berbagai buku bertema sejarah dan penemuan yang belum pernah ia baca sebelumnya. Menurutnya, pengalaman tersebut menambah pengetahuan sekaligus mendorong keinginannya untuk kembali berkunjung bersama teman-temannya agar semakin banyak siswa merasakan pengalaman belajar di ruang literasi nasional tersebut.
Dari sisi pendamping, Listiati Khoiriyah, Guru Seni Budaya sekaligus Kepala Perpustakaan K.H. Dewantara SRMA 10 Jakarta Selatan, menilai kunjungan ini memiliki makna penting dalam konteks pembelajaran inklusif. “Kunjungan ini menambah literasi anak, mengembangkan minat baca, sekaligus menjadi sarana refreshing setelah asesmen. Anak-anak juga belajar mengenal keragaman budaya melalui koleksi dan pameran yang ada,” jelasnya.
Sebagai kepala perpustakaan sekolah, Listi juga mengungkapkan bahwa berbagai pelatihan dan fasilitas dari Perpusnas memberikan banyak inspirasi untuk pengelolaan perpustakaan sekolah. “Banyak ilmu yang bisa diterapkan, mulai dari katalogisasi, pengelolaan koleksi, hingga pemanfaatan aplikasi perpustakaan, Integrated Library System Lite (INLISLite),” katanya saat diwawancarai di lantai 24.
Sementara itu, Prima Aldi Juniarto, Wali Asuh SRMA 10 Jakarta Selatan, menegaskan bahwa kunjungan ke Perpusnas memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi siswa. “Anak-anak belajar langsung tentang sistem keperpustakaan, ruang baca, kelengkapan fasilitas, hingga disiplin dalam memanfaatkan ruang literasi,” sebutnya.
Prima berharap, pengalaman tersebut dapat mendorong peningkatan minat baca siswa dan menjadi bekal untuk diterapkan kembali di lingkungan sekolah. “Yang paling utama adalah pengalaman belajar mereka. Ilmu yang didapat di sini diharapkan bisa dibawa pulang dan dikembangkan di sekolah,” pungkasnya.
Kegiatan kunjungan edukasi tersebut diakhiri dengan sesi reviu pembelajaran serta kuis interaktif. Melalui pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan, siswa diajak merefleksikan pengalaman belajar selama kunjungan sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap pentingnya literasi sebagai bagian dari pembelajaran inklusif.
Reporter: Alditta Khoirun Nisa
Editor: Dyah R. Sugiyanto
Dokumentasi: Aji Anwar / Ahmad Kemal Nasution
Galeri










