Penguatan Literasi Menuju Indonesia Emas, Perpusnas Satukan Sekolah, Kampus, dan TBM
Bangkalan, Jawa Timur— Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) resmi membuka kegiatan Penguatan Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi, di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada Kamis (11/9/2025).
Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Perpusnas menginisiasi untuk mempertemukan perpustakaan sekolah/madrasah dan perpustakaan perguruan tinggi dengan perpustakaan desa/kelurahan/Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dalam satu kegiatan bersama.
“Antara perpustakaan sekolah/madrasah, perpustakaan desa/kelurahan dan perpustakaan perguruan tinggi harus berkolaborasi dan bersinergi. Hal ini dimaksudkan agar tercipta keselarasan dalam pencapaian tujuan bersama yaitu menciptakan budaya baca dan literasi yang tinggi,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan upaya lanjutan dari pemanfaatan bantuan Buku Bacaan Bermutu yang telah diberikan Perpusnas kepada perpustakaan desa/kelurahan/TBM.
“Untuk menciptakan budaya baca dan literasi yang tinggi tidak bisa dilakukan secara parsial namun harus melibatkan banyak pemangku kepentingan, dilakukan secara kolaborasi dengan memberdayakan kelebihan yang dimiliki masing-masing pemangku kepentingan tersebut,” tambahnya.
Selaras dengan itu, ia menyampaikan visi Perpusnas : ‘Menjadi perpustakaan yang transformatif dalam meningkatkan budaya baca dan literasi untuk mewujudkan bangsa bermartabat bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045’, yang menjadi landasan utama dalam penyusunan program strategis, termasuk kegiatan pemberdayaan ini.
“Literasi yang kuat menjadi landasan penting dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mampu berpikir kritis, ilmiah, kreatif dan inovatif, sehingga mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UTM, Safi, mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Perpusnas atas kepercayaan karena telah memilih UTM menjadi tuan rumah kegiatan pemberdayaan
“Bapak Ibu sekalian, kita punya tanggung jawab untuk mengelola dan menyediakan referensi tambahan yang memadai, yang dibutuhkan oleh mereka. Karena apa yang dilakukan pada setiap anak kita, itu adalah cermin dari apa isi kepala kita. Isi kepala itu tergantung dari apa yang ia lihat, ia baca, atau yang dia dengar.” tutupnya.
Selepas dari kegiatan ini, Joko Santoso melanjutkan meninjau lokasi pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum Bangkalan, yang ditargetkan akan selesai pada akhir November 2025.
Pembangunan gedung representatif seluas 2.000 meter persegi tersebut didukung oleh Perpusnas melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun anggaran 2025 senilai Rp9,8 miliar. Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai 50 persen dan terus diawasi agar selesai tepat waktu.
Ia berharap gedung baru ini akan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Bangkalan, karena juga akan difungsikan sebagai pusat kegiatan masyarakat.
“Perpustakaan tidak hanya tempat membaca, tapi juga pusat aktivitas untuk pelatihan berbasis ekonomi, penguatan literasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Reporter : Frista Maria
Dokumentasi : Maria Rhosita - P3SMPT
Galeri







