Perempuan dan Keluarga Jadi Pondasi Indonesia Emas 2024

Gallery image

Perempuan dan Keluarga Jadi Pondasi Indonesia Emas 2024

Jakarta - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) dimaknai sebagai momentum refleksi dalam membangun kualitas keluarga. Momen tersebut juga erat dikatkan dengan penguatan peran perempuan dan generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut diungkapkan Ketua DWP Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Teti Herawati Aminudin Aziz, di Jakarta, Senin (22/12/2025).

 

Dalam sambutannya, Teti menekankan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi dan kebijakan, tetapi juga oleh tiga hal. Masa depan Indonesia, menurutnya, ditentukan oleh kekuatan keluarga, pembentukan karakter generasi, serta ketangguhan perempuan.

 

Dalam perhelatan bertema “Peran Strategis DWP dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045” itu, ia menyampaikan pesan penting. “Setiap anak perlu tumbuh dalam lingkungan keluarga yang memberikan asih, asuh, dan asah, yakni kasih sayang, pemenuhan nutrisi dan perawatan, serta stimulasi pendidikan yang memadai,” urainya.

 

Menurutnya, Indonesia Emas 2045 tidak dibangun secara instan, melainkan melalui kesabaran, kerja keras, dan ketulusan yang ditanamkan sejak hari ini, baik dalam keluarga maupun organisasi. Dalam konteks tersebut, ia menegaskan, DWP memiliki posisi strategis dalam membentuk fondasi bangsa melalui pembinaan keluarga, penanaman nilai, dan keteladanan perempuan.

 

“Peran perempuan baik sebagai istri, ibu, dan anggota organisasi, bukanlah peran kecil. Justru dari tangan perempuanlah karakter bangsa ditempa, melalui keluarga yang harmonis dan ibu yang cerdas serta berdaya,” ujarnya.

 

Melalui DWP, ia menambahkan, perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga turut memberi makna dan arah bagi perubahan sosial. “Ke depan, DWP diharapkan semakin memperkuat perannya dalam peningkatan kualitas pendidikan keluarga, kesadaran kesehatan, penguatan ekonomi perempuan, serta penanaman nilai kebangsaan dan etika sosial,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Sonia Adelina

Editor: Dyah Sugiyanto

Dokumentasi: Ahmad Kemal

Galeri