Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari, Perpusnas Tegaskan Komitmen Melestarikan Manuskrip Ulama Nusantara
Banten - Humas Perpusnas, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) berpartisipasi dalam Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan, Selasa (28/4/2026), di Kawasan Cagar Budaya Banten Lama, Serang. Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen Perpusnas dalam melestarikan dan mendigitalisasi manuskrip ulama nusantara sebagai bagian dari warisan intelektual bangsa.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pada 2025, Perpusnas bersama Perpustakaan Universitas Leiden mengusulkan naskah-naskah Syekh Yusuf Al Makassari dalam Memory of the World (MoW) UNESCO. Usulan ini mencakup delapan naskah kuno, yang terdiri atas tiga koleksi Perpusnas dan lima koleksi Perpustakaan Universitas Leiden.
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, menyampaikan bahwa peringatan ini memiliki arti penting di tingkat global. “Sidang Umum UNESCO ke-43 pada tahun 2025 telah menetapkan Perayaan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai UNESCO Anniversary 2026. Penetapan ini menjadi pengakuan dunia atas peran dan pemikiran Syekh Yusuf sebagai ulama, pejuang, dan tokoh perdamaian Nusantara,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan peran strategis Perpusnas dalam pengelolaan manuskrip. “Perpusnas menjalankan mandat pelestarian dan digitalisasi manuskrip ulama nusantara, termasuk karya Syekh Yusuf Al-Makassari, agar tetap relevan dan dapat diakses lebih luas oleh generasi masa kini,” terangnya.
Dalam pameran yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, Perpusnas turut menampilkan lima koleksi terkait Syekh Yusuf Al-Makassari serta tiga naskah kuno nusantara hasil digitalisasi. Menurutnya, partisipasi ini menjadi wujud kontribusi nyata Perpusnas dalam memperkenalkan khazanah manuskrip kepada publik.
Sebagai informasi, Perpusnas mengedepankan empat pendekatan utama. Pertama, konservasi untuk menjaga keaslian naskah. Kedua, digitalisasi guna memperluas akses. Ketiga, pemanfaatan melalui layanan baca dan kajian. Keempat, serta alih wahana melalui pengembangan konten seperti buku anak, komik, hingga film animasi berbasis naskah. *** (AKN/Ed:DRS/Dok:PHP)
Galeri









