Peringatan HAN 2026: Ini Langkah Perpusnas Bangun Budaya Baca Anak

Gallery image

Peringatan HAN 2026: Ini Langkah Perpusnas Bangun Budaya Baca Anak

Jakarta - Humas Perpusnas. Membangun budaya baca anak tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Dibutuhkan ruang belajar yang nyaman, kegiatan kreatif, serta kolaborasi sebagai pihak agar literasi tumbuh menjadi bagian dari kehidupan anak sejak dini.

 

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 dengan tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" pada, Kamis (23/7/2026). 

 

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya dalam memperkuat budaya membaca sekaligus membangun karakter generasi muda. “Kami tidak ingin anak Indonesia hanya menjadi penonton di era digital, tetapi menjadi pemilik pengetahuan,” ujarnya.

 

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Perpusnas menyediakan berbagai akses terhadap bahan bacaan. Terbukti, keberadaan Ruang Layanan Perpustakaan Anak mendorong pengembangan kreativitas. Di dalamnya tersedia sekitar 42 ribu eksemplar koleksi buku serta ruang belajar yang nyaman dan ramah anak.

 

Suharyanto merinci, koleksi yang disediakan tidak hanya berupa buku cetak, ada juga buku digital, cerita bergambar, komik, hingga animasi yang dapat diakses masyarakat secara lebih luas. Selain menghadirkan akses terhadap bahan bacaan, konsep Ruang Layanan Perpustakaan Anak mendukung pengembangan kreativitas anak melalui beragam kegiatan literasi. 

 

“Layanan perpustakaan digital juga tersedia. Tujuannya, tidak hanya untuk para pemustaka anak yang berkunjung langsung, tetapi juga agar anak-anak dari berbagai daerah dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap bacaan berkualitas,” terangnya.

 

Dalam membangun budaya baca, Suharyanto menekankan pentingnya kolaborasi. “Kami selalu terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, komunitas, dan mitra yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan literasi anak,” tuturnya.

 

“Kami menyadari bahwa upaya membangun budaya baca harus dilakukan bersama-sama dengan berbagai pihak. Inilah komitmen Perpusnas dalam mengembangkan budaya baca dan kecakapan literasi bagi anak-anak,” katanya.

 

Pada kesempatan tersebut, Suharyanto juga mengumumkan bahawa Pameran Layanan Anak akan berlangsung pada 23-31 Juli 2026. Pameran tersebut menjadi bagian upaya memperkenalkan layanan, koleksi, serta berbagai program literasi yang dapat dimanfaatkan anak-anak dan keluarga untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini.

 

Kegiatan hari ini dihadiri oleh 120 murid SDN Kampung Bali disambut dengan live music (gitar akustik) persembahan dari Perpusnas dan bernyanyi lagu anak bersama. Dilanjutkan kegiatan membaca cerita (storytelling) berjudul “Perpustakaan Luar Biasa” di lantai 7.

 

Sebagai informasi, peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Perpusnas dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan istimewa, yaitu Pameran Buku Anak, Pertunjukan Musik Anak, Pawai Literasi Anak Nusantara, KELANA (Kelas Literasi Anak Nusantara), dan Wisata Edukasi Perpustakaan. (SA/Ed:DRS/AKN)

Galeri