Perkuat Organisasi, Ketua Umum Ikatan Pustakawan Indonesia Sambangi Pengurus Daerah di Gorontalo

Gallery image

Perkuat Organisasi, Ketua Umum Ikatan Pustakawan Indonesia Sambangi Pengurus Daerah di Gorontalo

Gorontalo– Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Gorontalo, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sekaligus sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (PP IPI), Joko Santoso, menyambangi Pengurus Daerah IPI Provinsi Gorontalo. Pertemuan tersebut membahas pembaharuan kepengurusan PP IPI di bawah kepemimpinannya.

Ia menyampampaikan bahwa dirinya akan lebih memberi kesempatan kepada anak-anak muda dalam kepengurusan IPI.  “Kami ingin memastikan kepengurusan ini milik mereka yang masih bekerja di perpustakaan secara aktif karena mereka memiliki korelasi dan spesifikasi dengan pekerjaan di perpustakaan,” tuturnya, Senin (10/11/2025).

Lebih lanjut, Joko menekankan pentingnya visi jangka panjang dalam menjalankan organisasi. Menurutnya, kepengurusan IPI periode ini harus memiliki arah yang jelas dan terencana.

“Kita tidak bekerja hanya untuk hari ini, tetapi untuk tiga sampai empat tahun ke depan. Karena itu, dibutuhkan anak-anak muda yang visioner, energik, dan memiliki waktu serta semangat untuk berkontribusi,” ungkapya.

Terkait pengembangan kompetensi pustakawan, Joko menyebut bahwa salah satu fokus utama IPI adalah peningkatan kapasitas tenaga pengelola perpustakaan sekolah.

“Dari kurang lebih 212.700 perpustakaan di Indonesia,  80 persennya  adalah perpustakaan sekolah. Ini potensi luar biasa. Kalau perpustakaan sekolah kita kuat, maka urusan budaya baca dan kecakapan literasi bisa terselesaikan,” jelasnya.

Namun, perpustakaan sekolah saat ini belum menempati posisi ideal. Karena itu, IPI berkomitmen memperkuat pelatihan pustakawan sekolah melalui penyusunan kurikulum, modul pembelajaran, serta pemilihan kualitas instruktur dan pelatih.

Selain pelatihan, pengembangan kompetensi juga akan didukung melalui seminar, workshop, serta penerbitan karya ilmiah. “Kami sedang menyiapkan jurnal ilmiah dengan sistem open journal agar pustakawan dari berbagai daerah bisa berpartisipasi karena melalui online, lebih mudah dan efisien,” urainya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pusat dan daerah dalam kepengurusan IPI dimana okoh-tokoh pustakawan daerah yang aktif akan dilibatkan dalam kepengurusan pusat. Menurutnya, kerja kolaboratif secara daring akan menjadi warna baru dalam kepengurusan kali ini.

Terkait keanggotaan IPI, Sestama menjelaskan bahwa sistem pengelolaan data anggota IPI akan ditingkatkan melalui aplikasi berbasis daring. Pendataan dan registrasi anggota akan dilakukan secara terpusat melalui satu basis data nasional, tetapi pencetakan kartu anggota akan diserahkan kepada masing-masing daerah

“Yang kami kendalikan hanya nomor registrasinya. Dengan sistem ini, daerah memiliki keleluasaan mencetak kartu anggota sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Ketua IPI Provinsi Gorontalo, Feri Hulukati, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, serta para anggota IPI Provinsi Gorontalo.

Reporter: Anastasia Lily

Editor: Dyah Sugiyanto

Dokumentasi: Prakas Agrestian

Galeri