Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor, Perpusnas Gelar Pertemuan Pemangku Kepentingan Tingkat Provinsi Tahun 2025
Jakarta - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menggelar Pertemuan Pemangku Kepentingan Tingkat Provinsi Tahun 2025 di 33 Provinsi mitra program Transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) secara daring, Kamis, (6/11/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam rangka peningkatan budaya literasi masyarakat dan memperkuat komitmen lintas sektor untuk perluasan serta replikasi mandiri Program TPBIS di daerah.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, dalam sambutannya pada sesi Provinsi Jawa Tengah, menjelaskan bahwa kondisi literasi memiliki korelasi dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Semakin tinggi literasi suatu negara, memberi dampak signifikan pada pendapatan, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan taraf hidup.
“Artinya, peranan budaya baca dan kecakapan literasi sangat strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, jika dikembangkan melalui berbagai aktivitas yang inovatif dan kreatif,” paparnya.
Melalui program TPBIS, lanjut Deputi Adin, Perpusnas mendorong pemberdayaan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran inklusif yang terbuka bagi semua lapisan masyarakat. Hingga tahun 2024, Program TPBIS telah menjangkau 2.496 perpustakaan desa dan kelurahan, tersebar di 385 kabupaten/kota pada 35 provinsi.
Hasil Cost Benefit Analysis, TPBIS menunjukkan rasio manfaat 3,18, yang berarti setiap 1 rupiah investasi menghasilkan manfaat sosial-ekonomi sebesar 3,18 rupiah. “Capaian ini membuktikan bahwa TPBIS merupakan investasi sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang saling melengkapi dan berkontribusi,” ungkapnya.
Deputi Adin turut mendorong pemangku kepentingan di daerah untuk terus memperkuat komitmen kebijakan dan dukungan anggaran terhadap pelaksanaan program ini melalui berbagai inisiatif strategis seperti pemanfaatan dana desa, pelibatan sektor swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR), serta publikasi yang masif.
“Saya juga mengajak seluruh pihak untuk terus mereplikasi praktik baik dan inovasi yang telah tumbuh di berbagai daerah, sehingga dampaknya betul nanti bisa dirasakan oleh masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nurhayati, menyatakan komitmennya untuk memperkuat ekosistem literasi berkelanjutan melalui TPBIS, peningkatan kapasitas petugas pengelola perpustakaan, dan pengembangan literasi digital.
Ia berharap melalui pertemuan ini akan lahir kebijakan yang mendukung kegiatan literasi masyarakat secara berkelanjutan di Provinsi Jawa Tengah. “Mudah mudahan ini disambut baik oleh pemangku kepentingan dan memberikan dukungan untuk meningkatkan literasi masyarakat, serta mewujudkan pemerintah Jawa Tengah yang reformasi birokrasinya akan menjadi good government dan tentu saja masyarakat Jawa Tengah semakin baik,” imbuhnya.
Hadir sebagai narasumber, perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Bappenas, Annisadilla Nur Azizah, menyoroti kolaborasi multipihak serta sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam perencanaan dan penggaran program pembudayaan literasi yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
“TPBIS akan berjalan optimal dengan adanya kolaborasi seluruh pihak. Perpustakaan menyediakan ruang dan fasilitator, pemerintah daerah memberi dukungan kebijakan, masyarakat menjadi penggerak kegiatan, dan sektor lain menjadi mitra sinergi,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Desa Salam Kabupaten Magelang, Zuhanif, menyampaikan peran dan wewenang desa dalam mendukung transformasi perpustakaan desa melalui pemberdayaan Rumah Baca Salam. Salah satunya dengan kebijakan anggaran pro-literasi.
“Peningkatan anggaran APBDes untuk perpustakaan ini tidak hanya mencerminkan komitmen anggaran semata, tetapi juga menjadi simbol dari kesadaran bersama bahwa investasi pada literasi adalah investasi untuk masa depan Desa Salam,” ujar Zuhanif.
Reporter: Gilang Arwin Saputri
Dokumentasi: Aji Anwar






