Perpusnas Ajak MIP UGM Perkuat Pemahaman Pengelolaan dan Pelestarian Bahan Pustaka
Jakarta - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) melalui Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi menerima audiensi dari kalangan perguruan tinggi, Selasa (13/01/206). Tamu audiensi kali ini adalah mahasiswa dan dosen Program Studi Magister Kajian Budaya dan Media Minat Studi Manajemen Informasi dan Perpustakaan (MIP) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, mengajak MIP UGM memahami lebih dalam peran Perpusnas. “Kami memiliki peran dalam pengelolaan, pelestarian, dan penyebaran informasi serta pengembangan layanan perpustakaan di tingkat nasional,” sebutnya.
Ia juga berharap mahasiswa dapat mempelajari praktik baik pelayanan Perpusnas kepada masyarakat. “Kami berharap adik-adik mahasiswa bisa langsung belajar praktik baik apa yang sudah dilakukan Perpusnas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memberikan masukan bagi pengembangan layanan Perpusnas ke depan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut hadir Plt. Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara), Yeri Nurita. Ia menyampaikan bahwa unit kerjanya berkaitan erat dengan preservasi. “Banyak koleksi langka dan kuno di Pujasintara seperti naskah kuno Arjuna Wiwaha abad ke-13, buku hukum terbitan 1547, peta Indonesia tahun 1606, hingga majalah tertua terbitan 1731,” ungkapnya.
“Seluruh koleksi langka dan naskah kuno ini menjadi prioritas pelestarian dan layanan, serta dikelola secara terpadu dengan Pusat Preservasi,” tandasnya.
Hadir pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Preservasi dan Alih Media Bahan Perpustakaan, Tri Luki Cahya Dini, memaparkan kebijakan pelestarian bahan perpustakaan. Ia menjelaskan latar belakang pelestarian bahan perpustakaan untuk menjaga warisan pengetahuan, mengantisipasi kerusakan, menjamin akses berkelanjutan, serta memenuhi standar dan regulasi.
“Perpusnas juga mendukung pelestarian naskah kuno di daerah melalui kerja sama dengan komunitas naskah, yang meliputi digitalisasi dan pendampingan teknis,” tutur Dini. “Kami sudah punya banyak file digital naskah kuno yang disumbangakan oleh daerah, namun memang belum semua kami upload di Khastara. Selain itu kami juga melakukan bimtek preservasi, salah satunya di Keraton Jogja,” tambahnya.
Merespon penyambutan Perpusnas, dosen pendamping MIP UGM, Ida Fajar Priyanto, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program pembelajaran yang mengkombinasikan teori dan praktik nyata di lapangan.
“Mudah-mudahan kunjungan ini menjadi bekal pembelajaran dan penguatan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan dan pengembangan layanan perpustakaan di tingkat nasional,” pungkasnya.
Pada akhir audiensi mahasiswa melakukan kunjungan langsung ke berbagai fasilitas layanan Perpustakaan Nasional. Kunjungan ini diharapkan memperluas wawasan dan memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa.
Reporter: Gilang Arwin Saputri
Dokumentasi: Prakas Agrestian
Editor: Dyah Sugiyanto
Galeri








