Perpusnas Apresiasi Buku Kemenko PMK, Refleksi Nyata Reformasi Birokrasi
Jakarta, Humas Perpusnas— Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mengapresiasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) atas sebuah buku yang baru diluncurkan pada Senin (9/02/2026) di Jakarta. Buku tersebut bertajuk ‘Membangun Organisasi Cerdas dan Humanis - 107 Cerita dari Kemenko PMK’. Buku ini ditulis oleh 155 penulis, yang berisi refleksi nyata dari praktik sehari-hari pegawai Kemenko PMK dalam menjalankan reformasi birokrasi.
Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menyambut baik buku tersebut. Menurutnya cerita-cerita di dalamnya sangat inspiratif, dan banyak menghadirkan gagasan yang out of the box.
Aminudin juga memaparkan bahwa ada 4 tujuan menulis buku, yaitu : hasrat personal untuk menulis, misi institusional, tugas sosial dan tanggung jawab intelektual. “Dari 107 cerita yang ditulis oleh 155 penulis, dan disunting oleh 26 editor, saya melihat kaitan antara hasrat personal, misi institusional, tugas sosial dan tanggung jawab intelektual,” tuturnya.
“Sebetulnya, isi dari buku ini lebih banyak menampilkan letupan pribadi, gagasan, dan pemikiran yang akhirnya mendapat perhatian serta ruang untuk berkembang,” ujarnya. Ia menyampaikan bahwa ketika ruang terbuka dan dapat bersinergi, dampaknya akan terasa luas.
Menurutnya, talenta yang luar biasa sebenarnya dimiliki oleh setiap kementerian dan lembaga. Namun, potensi tersebut sering kali tidak dapat difasilitasi karena adanya aturan yang terlalu mengikat, sehingga ruang menjadi sempit. “Di sinilah perlunya reformasi birokrasi,” tambahnya.
Wakil Menteri (Wamen) Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Purwadi Ariyanto, juga menyampaikan apresiasi nya kepada Kemenko PMK karena berani menulis proses transformasi dengan jujur dan reflektif, tentang perjalanan birokrasi menghadapi keterbatasan sumber daya, proses belajar berkelanjutan dan eksperimen yang kadang berhasil, kadang perlu diperbaiki.
“Buku ini mengingatkannya kepada satu hal mendasar yaitu, Transformasi sejati tidak pernah di mulai dari teknologi, tetapi dari kesadaran manusia yang menjalankannya.” tegasnya.
Menurutnya, buku ini menunjukkan kesiapan Kemenko PMK dan dapat menjadi inspirasi bagi kementerian, lembaga serta pemerintah daerah dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif dan humanis.
Sekretaris Kemenko PMK, Imam Mahdi, turut mengapresiasi dukungan Perpusnas. Menurutnya, kehadiran Perpusnas sebagai mitra sekaligus reviewer, menjadi bukti bahwa karya ini tidak hanya relevan bagi internal Kemenko PMK, tetapi juga penting bagi masyarakat luas.
Dengan dukungan tersebut, buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kementerian, lembaga, dan masyarakat dalam membangun birokrasi yang lebih adaptif, humanis, dan berkelanjutan,” tutupnya. *** (FM/Ed.DRS/Dok.AIF)
Galeri









