Perpusnas Beri Masukan UNISSULA Terkait Arah Pengembangan KPDI ke-19
Jakarta — Humas Perpusnas. Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-19 direncanakan akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 2028. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) selaku mitra memberikan masukan terhadap arah pengembangan KPDI ke-19 kepada tuan rumah Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA).
Pada kesempatan ini, Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, memaparkan mengenai perluasan jangkauan peserta ASEAN melalui konsep dwibahasa, penguatan publikasi ilmiah ke jurnal terindeks SINTA, hingga fleksibilitas jadwal penyelenggaraan menyusul momentum Pemilu 2029, sekaligus membuka peluang kerja sama literasi dengan UNISSULA salah satunya yaitu KKN Tematik Literasi.
“Dengan aktor-aktor dari mahasiswa, generasi muda ini bisa menggerakkan kegiatan literasi di berbagai desa, seperti kegiatan bertutur, membaca nyaring, mendongeng, dan lainnya,” lugasnya, Senin (31/8/2026).
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Perpusnas, Wiratna Tritawirasta, menambahkan keberhasilan KPDI di UMY tak lepas dari dukungan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang mendorong keterlibatan luas perguruan tinggi Muhammadiyah. Ia berharap UNISSULA membangun jejaring serupa, mengingat pola pendaftaran peserta KPDI kerap mepet, bahkan ada yang mendaftar pada hari pelaksanaan.
“Kami harap di UNISSULA ini juga punya peluang afiliasi dalam mengajak banyak partisipan dari berbagai perguruan tinggi,” tuturnya.
Mencatat berbagai masukan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan UNISSULA, Erna Sunarti, menyebut kampusnya memiliki tiga gedung asrama dengan sekitar 400 kamar yang dapat menampung akomodasi peserta. Selain itu, ada juga pers universitas yang berpotensi mengembangkan publikasi hasil KPDI dalam bentuk buku maupun jurnal bereputasi.
Lebih lanjut, UNISSULA akan melakukan benchmarking ke penyelenggaraan sebelumnya sembari menunggu tema besar KPDI ke-19 dirumuskan, dan menyatakan siap menjadi tim lapangan pelaksanaan.
“Pembahasan ini digelar lebih awal agar kekurangan-kekurangan yang terjadi di penyelenggaraan KPDI sebelumnya dapat lebih cepat diantisipasi, sekaligus kelak informasi terkait KPDI ke-19 bisa lebih cepat menjangkau daerah dan perguruan tinggi lain,” ungkapnya.
Di samping membahas KPDI, UNISSULA juga menyampaikan keinginannya untuk memperkuat kerja sama dengan Perpusnas. Ketua Kelompok Kerja Kerja Sama Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Perpusnas, Vira Farhana, menyatakan keterbukaan bagi UNISSULA untuk melanjutkan kerja sama yang sebelumnya terjalin pada 2019.
“Prinsipnya kami welcome dan menyetujui. Kita perlu lihat juga kerja samanya seperti apa saja. Untuk secara teknisnya bisa kita diskusikan,” ucapnya.
Selain itu, Plt. Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas, Yeri Nurita, menambahkan kerja sama dapat dikembangkan melalui pemanfaatan e-resources Perpusnas, seminar daring bersama, dan bimbingan pemustaka.
Ia juga menuturkan, mahasiswa yang terdaftar sebagai anggota di UNISSULA otomatis dapat tercatat pula sebagai anggota Perpusnas melalui skema perjanjian kerja sama (PKS), yang turut menambah jumlah keanggotaan Perpusnas.*** (AKN/Ed: BS/Dok: AK)
Galeri









