Perpusnas Berikan Anugerah Karya Cetak dan Karya Rekam sebagai Apresiasi Kepatuhan Serah Simpan
Jakarta - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) memberikan Anugerah Karya Cetak dan Karya Rekam kepada para pelaksana serah dalam rangkaian kegiatan Diseminasi Undang-Undang Sistem Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (UU SSKCKR) untuk Mendukung Penguatan Ekosistem Penerbitan di Indonesia.
“Pada kesempatan ini, Perpusnas memberikan Anugerah Karya Cetak dan Karya Rekam sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan negara kepada penerbit dan produsen karya rekam, yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam melaksanakan kewajiban serah simpan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto dalam sambutannya, Rabu (17/12/2025).
Lebih lanjut, Suharyanto menegaskan bahwa pemberian UU SSKCKR yakni UU Nomor 13 Tahun 2018 merupakan landasan strategis negara dalam menjamin keberlangsungan dokumentasi intelektual bangsa. Sehingga, ia menambahkan, ekosistem penerbitan yang kuat akan menjadi fondasi bagi pengembangan literasi, ilmu pengetahuan, riset, serta pelestarian kebudayaan nasional.
“Melalui UU ini, negara menegaskan bahwa setiap karya yang diterbitkan dan diproduksi bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai kultural, historis, dan peradaban yang harus dijaga, dilestarikan, serta dimanfaatkan untuk kepentingan generasi kini dan mendatang,” ungkapnya.
Di penghujung sambutannya, Suharyanto berharap anugerah ini tidak hanya menjadi simbol penghargaan, melainkan juga sebagai contoh praktik baik bagi pelaku penerbitan lainnya untuk turut berkontribusi aktif dalam penguatan sistem serah simpan nasional.
Adapun para penerbit yang meraih Anugerah Karya Cetak dan Karya Rekam untuk Koleksi Cetak (Buku) yaitu CV. Literasi Nusantara Abadi – Jawa Timur, Pustaka Al-Kautsar – DKI Jakarta, Dotplus Publisher – Riau, dan Obor – DKI Jakarta. Sedangkan untuk kategori Koleksi Digital (eBook), diraih oleh Relasi Inti Media – DI Yogyakarta dan PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri – Jawa Tengah.
Reporter: Basma Sartika
Editor: Dyah R. Sugiyanto
Dokumentasi: Ahmad Kemal Nasution
Galeri










