Perpusnas Buka Peluang Kolaborasi Bersama Read Aloud Jakarta, Tingkatkan Literasi Anak
Medan Merdeka Selatan, Jakarta—Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Suharyanto, menerima audiensi komunitas Read Aloud Jakarta, Selasa (24/12/2025), di Gedung Layanan Perpusnas, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama program literasi anak, pemanfaatan ruang Perpusnas, serta diseminasi dan promosi layanan Perpusnas kepada masyarakat.
Audiensi dihadiri oleh Duta Baca Jakarta Selatan Tahun 2023 Lestari Pudji Hastuti dan para pegiat literasi dari Read Aloud Jakarta seperti Nila Sari, Retno Windandini, dan Acbar Deny.
Dalam audiensi tersebut, Suharyanto menyampaikan bahwa Perpusnas membuka peluang kolaborasi dengan Read Aloud Jakarta melalui tiga agenda utama, yaitu kolaborasi kegiatan membaca untuk anak-anak, termasuk pengembangan program read aloud, literasi dasar, dan penguatan minat baca.
“Poin kedua, pemanfaatan fasilitas ruang Perpusnas sebagai ruang belajar, ruang inklusi sosial, ruang kreativitas, dan inovasi anak. Terakhir, diseminasi dan promosi layanan Perpusnas, agar masyarakat semakin mengenal berbagai layanan koleksi cetak maupun digital,” terangnya.
Memanfaatkan momen peremuan, Read Aloud menyampaikan profil dan program kegiatan tahun 2025. Lestari, mewakili Read Aloud, menyebutkan bahwa dalam tahun 2024 dan 2025 read aload Jakarta telah melakukan kegiatan bersama di layanan anak lantai 7.
“Selanjutnya, kami merancang gagasan untuk membuat buku yang berisi tulisan dari pengalaman anak-anak dalam membaca. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan izin untuk berkegiatan secara rutin setiap bulannya di tahun 2026 di layanan anak, layanan sinema lantai 8, dan di layanan budaya nusantara di lantai 24,” sebutnya.
Menanggapi hal tersebut, Suharyanto menyatakan bahwa Perpustnas terbuka berkolaborasi dengan komunitas pegiat literasi untuk menyelenggarakan beragam kegiatan. “Ruang-ruang di Perpusnas dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan literasi, kreativitas, dan inovasi sepanjang berkaitan dengan pembudayaan gemar membaca dan peningkatan literasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suharyanto juga menjelaskan bahwa Perpusnas terus mengembangkan pemanfaatan teknologi informasi, melalui sistem layanan mandiri berbasis Radio Frequency Identification (RFID) serta digitalisasi koleksi, termasuk komik dan karya sastra saduran yang akan dirilis pada 2025.
Harapannya, sinergi Perpusnas dengan komunitas pegiat literasi seperti Read Aloud Jakarta dapat diperkuat. “Mari kita rancang bersama kegiatan-kegiatan di tahun depan. Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak nyata bagi peningkatan budaya baca, terutama untuk anak-anak,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi membawahi empat unit kerja yang melaksanakan fungsi strategis, antara lain deposit dan pengelolaan koleksi bahan pustaka, pusat bibliografi, layanan ISBN, ISMN, dan ISSN, serta preservasi dan alih media bahan perpustakaan.
Reporter: Alditta Khoirun Nisa
Editor: Dyah R. Sugiyanto
Dokumentasi: Aji Anwar
Galeri










