Perpusnas Dampingi Akreditasi Perpustakaan Universitas Halu Oleo

Gallery image

Perpusnas Dampingi Akreditasi Perpustakaan Universitas Halu Oleo

Jakarta - Humas Perpusnas. Sejumlah persoalan mendasar terkait tata kelola Perpustakaan Universitas Halu Oleo (UHO) sedang menjadi prioritas pembenahan. Hal ini yang melatarbelakangi diskusi Kepala Perpustakaan UHO, Adrian Tawai, bersama Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar, secara daring, Kamis (6/8/2026).

 

Pada kesempatan tersebut, Adrian mengungkapkan bahwa selain belum terakreditasi sejak 2012, koleksi perpustakaan juga belum pernah diremajakan secara menyeluruh sehingga sebagian besar buku telah berusia lama.

 

"Pengembangan yang ingin kami capai yang pertama dan utama adalah akreditasi unggul, disertai pengembangan koleksi, digitalisasi, peningkatan kompetensi SDM, penguatan literasi informasi, dan pengembangan ruang diskusi perpustakaan bagi mahasiswa serta dosen," ujarnya.

 

Sementara itu, Rektor Universitas Halu Oleo, Khairul Munadi, menyampaikan bahwa perpustakaan merupakan salah satu layanan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi sehingga perlu terus diperkuat mengikuti perkembangan zaman.

 

"Perpustakaan adalah salah satu sentra yang sangat strategis dalam konteks penyelenggaraan pendidikan tinggi. Kami berharap melalui pendampingan ini Universitas Halu Oleo memperoleh banyak insight untuk memperbaiki tata kelola perpustakaan sesuai standar yang baik," katanya.

 

Menanggapi, Deputi Adin mengatakan perpustakaan perguruan tinggi perlu bertransformasi agar mampu mendukung konsep kampus berdampak yang berbasis pengetahuan (knowledge based).

 

"Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi repositori pengetahuan, tetapi harus berkembang menjadi learning hub atau ruang belajar terbuka bagi sivitas akademika dan masyarakat," ujarnya.

 

Perpusnas juga mendorong UHO melakukan redesign layanan, memperkuat kerja sama interoperabilitas sumber informasi, mengembangkan layanan digital, serta memenuhi standar nasional melalui akreditasi.

 

Selain itu, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi (P3SMPT) Perpusnas, Taufiq Abdul Ghani, menambahkan bahwa hasil identifikasi menunjukkan Perpustakaan UHO belum terdaftar dalam Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), padahal hal tersebut merupakan fondasi penting dalam pembinaan perpustakaan.

 

Sebagai tindak lanjut, Perpusnas akan memberikan pendampingan melalui delapan modul yang mencakup pemutakhiran data dan NPP, pengelolaan koleksi, layanan digital, sistem informasi, promosi perpustakaan, penyusunan program kerja dan laporan, manajemen mutu, serta akreditasi.

 

"Ini bukan pekerjaan sehari. Kami akan terus mendampingi hingga target pengembangan perpustakaan Universitas Halu Oleo dapat tercapai," tutupnya.*** (SA/Ed: BS/Dok: AA)

Galeri