Perpusnas dan CIA Fest Kolaborasi Tingkatkan Literasi Lewat Lomba Debat

Gallery image

Perpusnas dan CIA Fest Kolaborasi Tingkatkan Literasi Lewat Lomba Debat

Jakarta, — Dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh setiap 14 September, kegiatan literasi kembali digalakkan sebagai pengingat bahwa perpustakaan merupakan rumah pengetahuan dan pusat literasi nasional. Hal tersebut ditegaskan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), Suharyanto, pada Lomba Debat Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) Festival Selasa (23/9/2025).

“Kolaborasi antara Perpusnas dan CIA Festival menjadi bukti bahwa literasi dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan tetap mendidik,” ucapnya.

Selanjutnya, ia mengungkapkan lomba debat ini bukan sekadar ajang adu argumen. Lebih dari itu, debat adalah sarana untuk melatih anak-anak agar mampu berpikir kritis, menyampaikan gagasan dengan santun, dan menghargai perbedaan pendapat.

"Jadikan Perpusnas sebagai tempat dalam mencari sumber informasi yang ingin diketahui," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kepada para peserta agar tidak takut salah maupun kalah. Mereka diajak untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang melatih keberanian, memperkaya pengalaman, dan membangun kepercayaan diri. Anak-anak disebut sebagai penjaga pengetahuan dan penerus bangsa di masa depan.

Di akhir sambutan, Suharyanto menyampaikan harapannya agar seluruh peserta mengikuti lomba dan memanfaatkan fasilitas Gedung Layanan Perpustakaan, Perpusnas.

“Selamat berlomba. Semoga kegiatan ini memberi semangat baru untuk terus mengunjungi perpustakaan, mencintai buku, dan menjadikan literasi sebagai gaya hidup kita bersama,.” pesannya.

Sementara itu, Pimpinan majalah CIA, Steffani Augustin, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Perpusnas atas kerja sama dan dukungan yang telah diberikan. Dukungan tersebut dinilai sebagai wujud nyata kecintaan Perpusnas terhadap anak-anak Indonesia.

“Sejak pertama kali kami bertemu untuk membahas kegiatan debat ini, respons dari Perpusnas sangat luar biasa,” ucapnya.

Ia menambahkan, bahwa terdapat keterkaitan yang erat antara literasi dan kegiatan debat. Ia menekankan bahwa saat berdebat, peserta perlu memperhatikan empat aspek penting, yakni perhatian, pengetahuan, pendirian, dan peran dalam tim. Keempat hal tersebut dinilai sebagai fondasi yang perlu ditumbuhkan bersama guna meningkatkan literasi secara kolektif.

“Ambillah kesempatan ini, manfaatkan momennya bukan semata-mata untuk menjadi juara, tetapi segala prosesnya harus menjadi bagian yang menguatkan literasi di dalam diri kalian semua,” pungkasnya.

Reporter dan Dokumentasi: Ahmad Kemal Nasution

Galeri