Perpusnas dan DPRD Kabupaten Kebumen Bahas Penguatan Literasi Sejarah dan Pelestarian Arsip Daerah

Gallery image

Perpusnas dan DPRD Kabupaten Kebumen Bahas Penguatan Literasi Sejarah dan Pelestarian Arsip Daerah

Salemba, Jakarta — Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menerima audiensi dari DPRD Kabupaten Kebumen untuk membahas penguatan literasi berbasis sejarah lokal dan upaya pelestarian arsip kuno yang mengungkap asal-usul daerah. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Deputi II Perpusnas Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).

 

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen, M. Madkhan Anis, yang menyampaikan kebutuhan daerah terhadap dokumen sejarah dan arsip kuno yang berkaitan dengan asal-usul terbentuknya Kabupaten Kebumen. “Kebumen sangat miskin literasi, petunjuk yang ada di Arsip Nasional maupun Perpusnas akan dibukukan per bagian sebagai pegangan untuk generasi ke depan agar mereka mengetahui sejarah Kebumen dari segala sisi,” tuturnya.

 

Madkhan mengatakan pengusulan pembukuan dan penggandaan salinan dokumen telah diajukan, namun belum ditindaklanjuti oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen. Oleh karena itu, Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen kembali mengajukan permohonan untuk pembukuan dan pemanfaatan dokumen tersebut sebagai bahan literasi sejarah melalui Perpusnas.

 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen, Kurniawan menambahkan adanya rencana pengembangan museum mini di setiap kecamatan sebagai ruang edukasi sejarah lokal.

 

Menanggapi hal tersebut, Perpusnas menyambut baik inisiatif yang disampaikan. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar mengungkapkan bahwa Perpusnas berkomitmen mendukung pembangunan literasi berbasis kearifan lokal, termasuk melalui digitalisasi arsip dan penguatan infrastruktur literasi di daerah.

 

Adin dalam pertemuan itu juga menyoroti pentingnya ketersediaan fasilitas yang memadai bagi generasi muda yang memiliki minat baca tinggi. Ia menyebut bahwa peningkatan literasi sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat, termasuk aspek ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

 

“Kemampuan literasi sangat berkorelasi dengan kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan kemiskinan. Persoalan seperti kemiskinan atau stunting, menurut saya, menjadi hal yang kita hadapi saat ini, salah satunya dikarenakan minimnya informasi dan pengetahuan,” ujar Adin.

 

Ia menambahkan, Perpusnas telah menyalurkan berbagai dukungan ke Kabupaten Kebumen, di antaranya tiga unit Mobil Perpustakaan Keliling (MPK), bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK), program Bacaan Bermutu di 20 perpustakaan desa, 11 perpustakaan masjid, satu taman bacaan masyarakat, serta perangkat teknologi informasi.

 

Adin juga menegaskan peran strategis Perpusnas adalah melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, terutama terkait pelestarian dan pendayagunaan koleksi sejarah nasional serta literasi lokal.

 

DPRD Kabupaten Kebumen berkomitmen untuk segera menindaklanjuti proses pembukuan dan pemanfaatan dokumen untuk mendorong pengembangan literasi sejarah secara terstruktur, tidak hanya sebagai referensi, namun juga sebagai bahan edukasi dan inspirasi untuk generasi masa kini.

 

 

Dokumentasi: Ahmad Kemal Nasution

Reporter: Sonia Adelina

 

Galeri