Perpusnas dan Kantor Berita Xinhua China Siap Bekerja Sama Perkuat Diplomasi Literasi

Gallery image

Perpusnas dan Kantor Berita Xinhua China Siap Bekerja Sama Perkuat Diplomasi Literasi

Jakarta, Humas Perpusnas — Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menjajaki peluang kerja sama dengan Kantor Berita Nasional China Xinhua. Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menerima kunjungan Direktur Jenderal Biro Jakarta Kantor Berita China Xinhua Cao Kai,  Jumat (17/7/2026). Dalam pertemuan dengan kantor berita China tersebut, kedua pihak sepakat untuk saling memperkuat koleksi publikasi serta memperluas kerja sama literasi kedua negara.

Kepala Perpusnas menjelaskan bahwa pengembangan koleksi internasional di Perpusnas dilakukan berdasarkan kebutuhan pemustaka serta dukungan dari berbagai mitra internasional. Menurutnya, penambahan koleksi dari Korea Selatan, Jepang, maupun Rusia selama ini banyak diprakarsai oleh pemerintah dan lembaga dari negara-negara tersebut yang ingin memperkenalkan budaya dan literatur mereka kepada masyarakat Indonesia.

"Kami tentu akan lebih memprioritaskan pengadaan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pembaca. Namun, banyak penambahan koleksi internasional justru berasal dari inisiatif mitra luar negeri yang ingin memperkenalkan karya-karya mereka kepada masyarakat Indonesia," ujarnya di Gedung Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan.

"Kami sangat terbuka apabila ada lebih banyak koleksi publikasi dari China yang dapat dihadirkan di Perpusnas, baik untuk anak-anak maupun pembaca dewasa. Koleksi tersebut akan menjadi sarana penting untuk meningkatkan saling pengertian antara masyarakat Indonesia dan China," tuturnya.

Berdasarkan data pemanfaatan Layanan Koleksi Internasional, koleksi tentang China termasuk tiga besar yang paling banyak diminati pemustaka setelah Jepang dan Korea Selatan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperkaya koleksi publikasi mengenai China di Perpusnas.

Baginya, peluang sangat terbuka bagi China. Terlebih, mengingat besarnya industri penerbitan di negara tersebut. Aminudin mencontohkan penambahan koleksi Rusia di Perpusnas yang berasal dari inisiatif pemerintah setempat untuk memperkenalkan karya para penulisnya kepada masyarakat Indonesia.

Ia menilai popularitas budaya populer Korea dan Jepang, seperti K-pop, manga, dan manhwa, turut mendorong tingginya minat masyarakat terhadap literatur kedua negara tersebut. Karena itu, fenomena serupa, berpotensi terjadi melalui meningkatnya popularitas drama China yang kini banyak diakses masyarakat Indonesia.

Selain penguatan koleksi, Kepala Perpusnas juga mengundang Kedutaan Besar Republik Rakyat China, komunitas bisnis, dan lembaga budaya China memanfaatkan fasilitas Perpusnas sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan literasi, pameran, diskusi, hingga pertukaran budaya. "Kami memiliki berbagai ruang yang selama ini juga dimanfaatkan oleh mitra dari Korea dan Jepang untuk kegiatan berskala nasional maupun internasional," jelasnya.

Melengkapi informasi yang disampaikan Kepala Perpusnas, Plt. Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Yeri Yunita menyebut, Perpusnas memiliki 697 judul (811 eksemplar) koleksi tentang China di Layanan Koleksi Internasional lantai 20, sekitar 2.000 koleksi langka Asia Timur, serta total 4.496 koleksi bertema China di berbagai layanan. Perpusnas juga memiliki pustakawan berlatar belakang bahasa Mandarin yang dapat mendukung pengembangan koleksi dan kerja sama dengan mitra dari China.

Dalam kesempatan tersebut, Cao Kai, menyampaikan apresiasinya atas sambutan Perpusnas dan berharap Xinhua dapat menjadi jembatan komunikasi antara Perpusnas dengan berbagai institusi di China.

Cao menerangkan, Xinhua telah hadir di Indonesia sejak 1954 dan menjadikan Jakarta sebagai pusat operasional untuk kawasan Asia Tenggara. "Xinhua memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Kedutaan Besar China, komunitas bisnis, dan berbagai institusi budaya. Kami akan membantu mempertemukan Perpusnas dengan mitra-mitra tersebut agar peluang kolaborasi dapat segera diwujudkan," ucapnya.

Ia menambahkan, Xinhua memiliki salah satu rumah penerbitan terbesar di China dan akan mengupayakan donasi buku-buku bertema politik, ilmu sosial, budaya, serta literatur anak kepada Perpusnas. Pameran buku internasional di Jakarta pada September mendatang dianggapnya menjadi momentum yang tepat untuk merealisasikan kerja sama tersebut.

Selain itu, Xinhua juga menyatakan kesiapan membantu Perpusnas memperoleh informasi mengenai publikasi peneliti China yang membahas Indonesia. Hal itu dikemukakannya guna mendukung pelaksanaan amanat Undang-Undang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR). 

Sebagai tindak lanjut audiensi, rombongan Xinhua meninjau sejumlah fasilitas Perpusnas, mulai dari Layanan Koleksi Internasional, ruang pameran, ruang serbaguna, hingga berbagai area yang berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan bersama di masa mendatang. *** (AKN/Ed: DRS/Dok: AA)

Galeri