Perpusnas dan Kemendagri Siapkan Skema Apresiasi Pembangunan Literasi

Gallery image

Perpusnas dan Kemendagri Siapkan Skema Apresiasi Pembangunan Literasi

Jakarta–Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bersama Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) tindak lanjuti arahan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto terkait penguatan budaya baca dan skema apresiasi bagi daerah yang menunjukkan kinerja baik dalam pembangunan literasi.

 

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan 2026 lalu, Wamendagri menegaskan komitmen Kemendagri untuk mendukung penguatan literasi melalui berbagai program kolaboratif. Salah satu gagasannya adalah pemberian penghargaan kepada local champions, pejuang literasi daerah, serta pemerintah daerah yang berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan mengintegrasikan program kegemaran membaca ke dalam kebijakan pembangunan daerah.

 

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, penguatan budaya baca merupakan bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

 

"Kita sedang dihadapkan pada bonus demografi yang sangat besar. Karena itu, membaca harus menjadi salah satu tolak ukur dalam menyiapkan sumber daya manusia yang produktif, kreatif, dan inovatif. Akses terhadap pengetahuan hingga ke tingkat desa harus disiapkan secara serius," ujarnya, Selasa (9/6/2026).

 

Adin menyampaikan harapan agar sinergi antara Perpusnas dan Kemendagri dapat memperkuat ekosistem literasi di daerah, termasuk melalui dukungan terhadap keberadaan perpustakaan desa sebagai salah satu simpul layanan pengetahuan bagi masyarakat. 

 

Sementara itu, Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Kemendagri, Heryandi Roni menilai penguatan budaya baca perlu menjadi perhatian bersama karena memiliki kaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa di masa depan.

 

"Tujuan kita sama yaitu menyiapkan sumber daya manusia Indonesia menuju tahun 2045. Masyarakat yang memiliki kebiasaan membaca akan lebih siap bersaing. Karena itu, penguatan budaya baca perlu diperluas hingga tingkat desa," ujarnya.

 

Heryandi menjelaskan bahwa Kemendagri tengah mengembangkan berbagai pendekatan berbasis data untuk melihat capaian pembangunan daerah, termasuk indikator yang berkaitan dengan literasi masyarakat.

 

Dalam audiensi tersebut, Perpusnas dan Kemendagri juga mendiskusikan pentingnya pemanfaatan data dan indikator literasi dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui pendekatan tersebut, upaya peningkatan budaya baca diharapkan dapat dirancang secara lebih terukur dan berkelanjutan.

 

Di akhir sesi, Perpusnas dan Kemendagri sepakat untuk memperkuat koordinasi dalam mendorong pengembangan budaya baca di daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas dampak program literasi sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak local champions dan pemerintah daerah yang menjadikan literasi sebagai bagian dari pembangunan daerah.*** (FM/Ed: BS/Dok: KN)

Galeri