Perpusnas dan Kemensos Akan Gelar Festival Literasi Sekolah Rakyat

Gallery image

Perpusnas dan Kemensos Akan Gelar Festival Literasi Sekolah Rakyat

Jakarta-Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) memperkuat komitmen pengembangan kecakapan literasi Sekolah Rakyat melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

 

Upaya tersebut diwujudkan melalui rencana penyelenggaraan Festival Literasi sebagai bagian dari Gerakan Literasi Sekolah Rakyat (GLSR) yang dirancang berkelanjutan sepanjang 2026.

 

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar menegaskan bahwa festival literasi diselenggarakan untuk melihat dampak kehadiran perpustakaan dalam meningkatkan kecakapan literasi anak-anak.

 

“Gagasan baru kemanfaatan dan pengembangan yang telah dibuat di 150 lokus harus ada kegiatan berkelanjutan,” ujarnya Senin (2/3/2026).

 

Adin menambahkan bahwa literasi tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus didorong melalui program yang konsisten. “Dalam penguatan literasi ini, kami akan mendampingi dan melatih anak-anak sehingga mereka mampu mengembangkan dan mengekspresikan diri melalui program yang kita lakukan,” katanya.

 

“Mengenai persoalan literasi, Sekolah Rakyat betul-betul dari nol. Kita harus membuktikan tidak hanya aspek karakternya yang berubah, tetapi juga literasi dan daya nalar mereka meningkat,” lanjutnya.

 

Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi Perpusnas, Taufiq A. Gani menyampaikan bahwa GLSR tidak berhenti pada satu kegiatan seremonial. “Kami akan menjadikan Gerakan Literasi Sekolah Rakyat sebagai fondasi integratif dengan pembelajaran dan memanfaatkan bantuan dari Perpusnas sehingga tercipta satu ekosistem,” ujarnya.

 

Taufiq juga menjelaskan bahwa GLSR dirancang dalam enam klaster, mulai dari pembiasaan dan stimulasi literasi dasar hingga kolaborasi dan penguatan ekosistem kemitraan yang diwujudkan melalui Festival Literasi Sekolah Rakyat. “Tahapan pelaksanaannya berlangsung sepanjang tahun 2026, mulai dari perencanaan hingga evaluasi dan pelaporan,” ucap Taufiq.

 

Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kemensos, Afrizon Tanjung menyambut baik inisiatif tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tidak dapat berjalan sendiri tanpa kolaborasi.

 

“Saya lega karena ini bukan uji coba, tetapi pengembangan. Selain itu pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, tentu harus ada kolaborasi,” pungkasnya.

 

Melalui kolaborasi ini, Perpusnas dan Kemensos berharap GLSR mampu membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membentuk daya nalar, kreativitas, serta karakter generasi muda secara menyeluruh. *** (SA/Ed:BS/Dok:AIF)

Galeri