Perpusnas dan Komdigi Siap Bersinergi Optimalkan Literasi Digital

Gallery image

Perpusnas dan Komdigi Siap Bersinergi Optimalkan Literasi Digital

Jakarta - Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI mengoptimalkan literasi digital. Beberapa hal yang akan dioptimalkan antara lain penguatan layanan digital, perluasan akses bacaan, hingga publikasi edukatif Kepada masyarakat.

Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso menyampaikan, saat ini telah terjadi perubahan perilaku membaca masyarakat yang kini semakin mengarah ke platform digital. “Salah satu layanan unggulan yang terus berkembang adalah aplikasi iPusnas. Tingkat keterbacaan di aplikasi dinilai tinggi, meski sempat mengalami tantangan keamanan digital akibat peretasan,” ungkapnya saat berdiskusi dengan Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi, Senin (25/5/2026).

 

"Kami juga memiliki titik baca, seperti anjungan yang berisikan buku bacaan dengan format digital. Akses e-resources juga bisa digunakan masyarakat untuk mengakses jurnal. Selain itu, layanan Tanya Pustakawan juga dihadirkan untuk memudahkan masyarakat berkonsultasi secara daring," urainya.

 

Tidak hanya itu, Perpusnas menyediakan Pojok Baca Digital (POCADI) yang tersebar di tingkat kabupaten/kota, seperti di Mal Pelayanan Publik, Rumah Sakit, Bandara, bahkan foodcourt.

 

Menurutnya, problem utama saat ini bukan masyarakat tidak mau membaca, tetapi ketersebaran bahan bacaan yang belum merata. Menjawab tantangan tersebut, Perpusnas menjalankan berbagai program perluasan akses literasi hingga tingkat desa. 

 

"Konektivitas jadi tantangan, tapi minat baca masyarakat sebenarnya tinggi. Masalahnya ada pada ketersebaran bahan bacaan. Karena itu kami dorong distribusi hingga ke desa dengan bahan bacaan yang sesuai kebutuhan masyarakat," lanjutnya. 

 

Joko mengatakan, humas di Perpusnas memiliki peran yang harus didorong dengan berbagai publikasi, melakukan promosi layanan digital, serta melakukan media monitoring Sebagai bahan pengambilan keputusan pimpinan.

 

"Upaya yang kami lakukan seperti publikasi, membuat siaran pers ke media, hingga memberikan penghargaan kepada jurnalis yang memiliki perhatian terhadap budaya baca dan literasi," katanya.

 

Sementara itu, Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan, Marroli J. Indarto, mengatakan, Komdigi telah memiliki peraturan Menteri untuk menunda akses akun anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi, salah satunya media sosial.

 

"Kami siap bersinergi program untuk penguatan literasi digital," pungkasnya. *** (WM/Ed: DRS/Dok: AA)



Galeri