Perpusnas dan Mahkamah Konstitusi Jajaki Kolaborasi Kegiatan Literasi, Seminar, dan Pameran Buku

Gallery image

Perpusnas dan Mahkamah Konstitusi Jajaki Kolaborasi Kegiatan Literasi, Seminar, dan Pameran Buku

Medan Merdeka Selatan, Jakarta—Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menerima audiensi dari Mahkamah Konstitusi (MK) di Ruang Rapat Deputi I, Gedung Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta, Senin (10/11/2025).  

Audiensi ini membahas rencana kerja sama dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-45 Mahkamah Konstitusi, yang akan diisi dengan sejumlah kegiatan literasi dan pameran buku di lingkungan Perpusnas.

Dalam pertemuan tersebut, audiensi dipimpin oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto, yang didampingi oleh jajaran pejabat struktural, di antaranya Ketua Kelompok Substansi Layanan Monograf Mutakhir Atis Taufik Abdul Rahman, Ketua Kelompok Substansi Layanan Jasa Informasi dan Referensi Digital Juli Odor Nainggolan, dan tim Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara). Sementara dari pihak MK hadir Kepala Pusat Penelitian dan Pengkajian, Kunarsih Puni Rahayu, beserta tim dari Unit Media dan Publikasi MK.

Suharyanto menyambut dengan baik kunjungan tim MK yang akan berkolaborasi dalam kegiatan peluncuran buku dan gelar wicara tentang Mahkamah Konstitusi, seminar peran wanita dalam hukum, siniar bersama tokoh MK, dan pameran buku tentang konstitusi. 

“Semua ini merupakan bagian dari peran Perpusnas dalam upaya peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi, serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang kreativitas. Hal ini juga sejalan dengan tema Perpusnas tahun 2025, yaitu ‘Perpustakaan Hadir demi Martabat Bangsa’,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan yang diusulkan MK meliputi seminar bertema “Perempuan dan Konstitusi” pada 12 Desember 2025, podcast dan peluncuran buku di Ruang Podcast serta Auditorium Perpusnas pada 17 Desember 2025, serta pameran buku bertema konstitusi yang akan berlangsung pada 12–18 Desember 2025.

Di samping itu, Suharyanto mengungkap bahwa tim Pujasintara dan Pokja Promosi Perpustakaan akan mendukung aspek teknis kegiatan, termasuk penyediaan ruang auditorium, ruang podcast, dan ruang tamu VVIP di lantai 4 untuk keperluan tamu undangan. “Kami akan bantu fasilitasi ruang dan dukungan teknis seperti dokumentasi, publikasi, hingga pengaturan tamu VVIP agar kegiatan berjalan lancar,” sambungnya. 

Dalam pembahasan teknis, Perpusnas juga mengingatkan bahwa pameran buku di area lobi hanya diperkenankan untuk promosi tanpa transaksi jual-beli secara tunai, sesuai kebijakan yang berlaku sejak tahun sebelumnya. Selain itu, MK diminta menyesuaikan jadwal penerbitan buku agar proses (International Standard Book Number) ISBN dapat selesai sebelum 15 Desember 2025, mengingat batas akhir layanan ISBN tahunan Perpusnas. 

“Kami mohon perhatian agar penerbitan buku dilakukan sebelum pertengahan Desember, karena setelah tanggal 15 biasanya kami fokus pada penyelesaian administrasi akhir tahun,” tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengkajian MK, Kunarsih Puni Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan yang akan digelar merupakan bagian dari upaya MK untuk memperkuat literasi konstitusional di masyarakat sekaligus memperkenalkan hasil-hasil penelitian dan publikasi MK kepada publik yang lebih luas.

“Kami ingin perayaan Hari Jadi ke-45 MK bukan hanya seremonial, tetapi juga menghadirkan nilai edukatif. Melalui kerja sama dengan Perpusnas, kami berharap kegiatan ini bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas dan meningkatkan minat baca terhadap isu-isu konstitusi,” sebutnya. 

Kunarsih juga menambahkan bahwa MK akan menampilkan sejumlah koleksi buku dan hasil riset yang telah memperoleh ISBN dari Perpusnas sebagai bentuk konkret kolaborasi antarlembaga.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan bahwa akan dilakukan rapat teknis lanjutan antara tim MK dan Perpusnas untuk mematangkan persiapan kegiatan, termasuk daftar personel dalam surat keputusan panitia, kebutuhan publikasi, serta dukungan teknis di lapangan.

 

Reporter: Alditta Khoirun Nisa 

Dokumentasi: Putu Handira Prawijaya

 

 

Galeri