Perpusnas dan Pimpinan Pusat Aisyiyah Perluas Gerakan Literasi Berbasis Komunitas

Gallery image

Perpusnas dan Pimpinan Pusat Aisyiyah Perluas Gerakan Literasi Berbasis Komunitas

Jakarta – Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menerima audiensi Pimpinan Pusat Aisyiyah guna memperkuat sinergi pengembangan literasi nasional. Termasuk di dalamnya, rencana pembaruan kerja sama serta pengembangan Taman Pustaka Aisyiyah di berbagai daerah. Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas organisasi dalam memperluas akses literasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia perpustakaan.

 

Audiensi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Perpusnas, Senin (27/4/2026), dengan dihadiri Ketua Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Pusat Aisyiyah, Widiyastuti, beserta jajaran. Pertemuan membahas sejumlah agenda utama, di antaranya pembaruan nota kesepahaman yang berakhir pada 2022, penguatan program Taman Pustaka Aisyiyah yang telah tersebar di berbagai wilayah, serta kolaborasi peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan komunitas.

 

Dalam pertemuan tersebut, Aminudin menyambut baik inisiatif Pimpinan Pusat Aisyiyah dalam memperluas gerakan literasi berbasis komunitas. “Upaya bersama untuk mengemban tugas sesuai dengan tanggungjawab karena ini tidak bisa dikerjakan sendirian. Kemitraan sangat penting,” ujarnya.

 

Widiyastuti menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan gerakan literasi melalui pendirian dan penguatan Taman Pustaka Aisyiyah di berbagai daerah. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dalam penyediaan bahan bacaan serta peningkatan kapasitas pengelola.

 

“Besar harapan untuk bisa bersinergi dengan Perpusnas karena Taman Pustaka kami masih sangat membutuhkan banyak buku, serta (aktivitas) pengelolaan seperti bersinergi untuk pelatihan sehingga SDM bisa berkembang,” ungkapnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Aminudin menjelaskan bahwa Perpusnas sebelumnya telah menyalurkan Bantuan Bacaan Bermutu (BBB) kepada taman bacaan masyarakat (TBM). “Pada 2024–2025, kami memastikan bantuan buku diberikan kepada TBM yang terdaftar. Namun, untuk 2026 program tersebut tidak dilanjutkan karena adanya kebijakan baru,” jelasnya.

 

Selain itu, Perpusnas juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan bibliografi, penerbitan, serta pemanfaatan koleksi yang dimiliki. Kepala Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan, Supriyanto, menyampaikan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dalam penyusunan bibliografi beranotasi.

 

“Kami terbuka untuk bekerja sama, baik dalam penyusunan bibliografi maupun pengelolaan nomor standar seperti ISBN, ISSN, dan ISMN,” ujarnya.

 

Perpusnas juga mendorong keterlibatan Aisyiyah dalam program penguatan literasi nasional, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima). Program ini diharapkan mampu menjangkau wilayah yang lebih luas, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). *** (SA/Ed:DRS/Dok:AKN)

Galeri