Perpusnas dan STIK Lemdiklat Polri Bahas Penguatan Literasi di Lingkungan Kepolisian

Gallery image

Perpusnas dan STIK Lemdiklat Polri Bahas Penguatan Literasi di Lingkungan Kepolisian

Medan Merdeka Selatan, Jakarta—Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menerima audiensi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri di Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Audiensi ini membahas penguatan kapasitas literasi di lingkungan kepolisian. 

Ketua STIK Lemdiklat Polri, Eko Rudi Sudarto, menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdialog langsung dengan jajaran pimpinan Perpusnas. Ia menuturkan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membangun karakter dan cara berpikir kritis aparat penegak hukum.

Eko menambahkan, perpustakaan memiliki peran strategis dalam membentuk polisi yang humanis. “Buku itu keabadian dan warisan pemikiran. Polisi yang tercerahkan oleh literasi akan lebih bijak dalam bertugas,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa koleksi perpustakaan STIK saat ini perlu diperbarui dan dioptimalkan, termasuk dalam platform digital. “Kami berharap bimbingan dari Perpusnas agar pustaka kami dapat berkembang, termasuk kemungkinan integrasi e-library STIK ke dalam iPusnas,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kabag Pustaka Bidminwa STIK Lemdiklat Polri, Muhammad Ali, yang mengusulkan pelatihan bagi staf perpustakaan STIK untuk meningkatkan kompetensi pengelolaan koleksi dan pemanfaatan e-book.

“Kami juga berharap ada pelatihan pustakawan agar pengelolaan perpustakaan kami semakin baik dan juga bagaimana mengoptimalkan baca buku melalui digital,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Perpusnas siap mendukung peningkatan literasi di lingkungan kepolisian, baik melalui penyaluran koleksi buku maupun pembinaan teknis.

“Kami tentu siap membantu menyediakan koleksi yang dibutuhkan. Namun kami perlu tahu dulu topik apa saja yang relevan dengan kebutuhan ilmu kepolisian agar bantuan buku bisa tepat sasaran,” terangnya. 

Kepala Perpusnas juga merespons rencana integrasi e-library STIK ke dalam iPusnas guna mempermudah akses koleksi digital. Ia menerangkan bahwa keanggotaan Perpusnas kini dapat dilakukan secara daring tanpa perlu datang langsung ke gedung layanan. 

“Cukup menggunakan NIK atau nomor paspor, masyarakat sudah bisa mendaftar dan mengakses ribuan koleksi digital melalui iPusnas,” terangnya.

Selain itu, Kepala Perpusnas juga menekankan pentingnya dua hal dalam penguatan perpustakaan, yakni infrastruktur dan program. “Transformasi perpustakaan tidak hanya soal bangunan atau koleksi, tetapi tentang bagaimana kita menghidupkan program dan menyiapkan SDM yang adaptif,” sebutnya.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan dan Jasa Informasi, Suharyanto, serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Triani Rahmawati, menyatakan kesiapan Perpusnas untuk mendukung pelatihan bagi STIK, baik melalui pendampingan teknis daring maupun kegiatan peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kepegawaian, dan Hubungan Masyarakat (HOKH) Perpusnas, Sri Marganingsih, yang menyampaikan bahwa nota kesepahaman antara Perpusnas dan STIK telah berlaku sejak 2022 hingga 2027. “Kami siap memperkuat implementasi kerja sama yang sudah berjalan agar manfaatnya semakin luas,” pungkasnya.

 

Reporter: Alditta Khoirun Nisa 

Dokumentasi: Prakas Agrestian

 

 

Galeri

Perpusnas RI Perpusnas dan STIK Lemdiklat Polri Bahas Penguatan Literasi di Lingkungan Kepolisian - National Library of Indonesia