Perpusnas Dorong Akses Tunggal Nasional
Surabaya - Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) E. Aminudin Aziz menekankan pentingnya memastikan akses literatur ilmiah global yang inklusif untuk mendukung kemajuan riset dan kualitas Pendidikan tinggi.
Demikian disampaikan dalam Seminar Nasional Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) yang diselenggarakan di Gedung ASEEC Tower, Universitas Airlangga, Surabaya, Kamis (31/7/2025).
"Kita harus membangun ekosistem akses informasi yang tidak hanya lengkap dan luas, tetapi juga efisien. Di sinilah konsep Indonesia Akses Tunggal (SATU) menjadi relevan," ujarnya.
Kepala Perpusnas menguraikan Perpusnas telah memfasilitasi akses terhadap e-journal internasional melalui platform e-reseources yang saat ini dilanggan secara nasional.
Ia juga menyoroti fakta adanya duplikasi langganan antara Perpusnas dan beberapa perguruan tinggi yang dinilai tidak efisien secara anggaran. Untuk itu, Perpusnas bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi telah menandatangani nota kesepahaman pada Maret dan perjanjian kerja sama pada Juni 2025 guna mewujudkan program SATU.
“Langkah selanjutnya adalah membangun portal nasional berbasis single sign-on, memperkuat kurasi koleksi berdasarkan kebutuhan nyata kampus, serta membagi biaya langganan agar lebih efisien. Arah kebijakan ini tidak hanya mempersempit kesenjangan akses informasi, tetapi juga memperkuat literasi digital dan inklusivitas pengetahuan di Indonesia,” tambahnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Rapat Kerja dan Seminar Nasional FKP2TN 2025 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2025. Turut hadir Dirjen Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Ahmad Najib Burhani; pegiat sains terbuka dari LMU Munich, Jerman. serta Ilham Akhsanu Ridlo, pegiat sains terbuka dari LMU Munich, Jerman.
Mengusung tema “Sinergi Perpustakaan Perguruan Tinggi Menuju Indonesia Akses Tunggal: Mewujudkan Kolaborasi dan Berbagi Sumber Daya”, seminar ini mempertemukan para kepala perpustakaan perguruan tinggi, pustakawan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dari seluruh Indonesia untuk membahas arah baru pengelolaan informasi dan kolaborasi strategis antarperpustakaan.
Reporter: Chaerul Umam
Editor: Wara Merdeka
Dokumentasi Chaerul Umam
Galeri







