Perpusnas Dorong Perpustakaan USU menjadi Perpustakaan Modern

Gallery image

Perpusnas Dorong Perpustakaan USU menjadi Perpustakaan Modern

Jakarta - Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mendorong perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi perpustakaan modern. Pasalnya, perpustakaan harus terus bertransformasi sehingga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

 

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, dalam pembukaan Re-Akreditasi Universitas Sumatera Utara, Rabu (23/9/2026).

 

Ia mengapresiasi berbagai inovasi dan kreativitas yang telah dikembangkan oleh Perpustakaan USU. Menurutnya capaian dan inovasi tersebut diharapkan terus dikembangkan sehingga Perpustakaan USU menjadi semakin kuat, tidak hanya di tingkat nasional tetapi mampu mengambil peran dalam kancah global.

 

“Perpustakaan harus terus bertransformasi menjadi perpustakaan modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman,” ujarnya.

 

Deputi Adin menilai penguatan perpustakaan dan budaya literasi semakin penting di tengah perubahan teknologi informasi serta berbagai tantangan peningkatan kecakapan literasi masyarakat.

 

“Pembangunan masyarakat berpengetahuan melalui penguatan budaya baca dan kecakapan literasi merupakan hal yang sangat esensial bagi kemajuan bangsa," ungkapnya.

 

Menurutnya, akreditasi perpustakaan bukan sekadar proses penilaian terhadap pemenuhan standar, tetapi juga momentum untuk mendorong peningkatan kualitas layanan dan pengembangan perpustakaan secara berkelanjutan.

 

Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang menempatkan akses terhadap informasi dan ilmu pengetahuan sebagai bagian penting dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

 

"Kami harap akreditasi ini tidak hanya berhenti pada proses menilai kesesuaian terhadap standar, tetapi juga dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi strategis serta membuka ruang kolaborasi yang dapat kita lakukan bersama," jelasnya.

 

Sementara itu, Rektor USU, Muryanto Amin, menegaskan bahwa penguatan perpustakaan merupakan bagian penting dari kebijakan dan prioritas universitas dalam mendukung pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan literasi sivitas akademika.

 

“Perpustakaan memiliki posisi yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian, dan penguatan budaya literasi,” ujar Rektor.

 

Menurutnya, tantangan literasi di Indonesia menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi. Penguatan tersebut tidak hanya menyangkut fasilitas, tetapi juga kelembagaan, tata kelola, sumber daya manusia, teknologi, dan budaya membaca.

 

Dari sisi kelembagaan, lanjutnya, perpustakaan dituntut mampu bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan artifisial (AI). Perkembangan teknologi tersebut, menurutnya, telah memberikan perubahan besar terhadap proses pembelajaran dan produksi pengetahuan di perguruan tinggi.

 

“Perpustakaan harus mampu menjadi bagian dari transformasi tersebut. Kita perlu membangun sistem pengelolaan pengetahuan secara digital,” katanya.*** (WM/Ed: BS/Dok: AA)

Galeri