Perpusnas Dorong Revitalisasi Naskah Nusantara untuk Generasi Muda dan Diplomasi Budaya

Gallery image

Perpusnas Dorong Revitalisasi Naskah Nusantara untuk Generasi Muda dan Diplomasi Budaya

 

Jendral Sudirman, Jakarta— Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, menghadiri kegiatan Gelar Wicara “Dari Kata ke Rasa : Diplomasi Budaya Indonesia melalui Sastra dan Gastronomi”, yang diadakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud), pada hari Selasa (23/12/2025).

 

Aminudin menjelaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah literasi yang panjang, terbukti dari lebih dari 143 ribu manuskrip Nusantara yang tercatat, dengan sekitar 100 ribu di antaranya tersimpan di dalam negeri.

 

“Bangsa kita sesungguhnya adalah bangsa penulis, selain memiliki tradisi lisan yang kuat. Manuskrip-manuskrip ini menjadi bukti keluhuran budaya kita sejak ratusan tahun lalu,” ujarnya.

 

Meski demikian, data Perpusnas menunjukkan tingkat kegemaran membaca masyarakat masih berada pada angka 62%, yang mencerminkan rendahnya minat baca masyarakat. Menurutnya, persoalan utama bukan karena masyarakat enggan membaca, melainkan keterbatasan bahan bacaan yang sesuai dengan minat.

 

Karena itu, program penyediaan buku di desa-desa melalui “Satu Desa Satu Taman Bacaan Masyarakat 1000 buku”, ditetapkan menjadi program prioritas Perpusnas. “Satu desa, satu taman baca kami beri seribu buku. Anak-anak yang membaca seribu buku akan memiliki seribu imajinasi baru, dan itu menjadi modal lahirnya karya sastra,” tambahnya.

 

Selain itu, Perpusnas juga mengarusutamakan naskah Nusantara melalui tiga strategi: pelestarian dan konservasi, alih aksara dan alih wahana (termasuk komik dan animasi), serta promosi di dalam dan luar negeri. 

 

“Sampai tahun ini, ketika kami mulai merancang program ini, sudah 20 naskah kuno yang masuk dan sampai hari ini sudah ada 8 naskah Indonesia yang masuk kedalam Memory of the World (MOW),” ungkapnya.

 

Aminudin menambahkan, revitalisasi naskah kuno juga telah dilakukan agar lebih relevan bagi generasi muda. Perpusnas telah menerbitkan 25 komik berbasis naskah Perang Diponegoro, dan telah menargetkan 100 komik baru dari naskah klasik seperti La Galigo dan cerita Panji untuk tahun 2026.

 

Gelar Wicara ini juga menghadirkan narasumber lain, seperti : Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Sosial, Budaya, dan Pengembangan Manusia, Kamapradipta Isnomo; Founder and Chair Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau; Tim Promosi Sastra Indonesia di Luar Negeri, Yani Kurniawan; dan di moderatori oleh Pamong Budaya Ahli Muda Kementerian Kebudayaan, Shalihah S. Prabarani.

 

Disampaikan juga oleh Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah Tjahjani Dwirini Retno Astuti, dalam sambutannya, bahwa alasan mengangkat tema sastra dan gastronomi ini didasari karena menyentuh sisi emosional dan mengenai keseharian manusia, sehingga menjadikan keduanya adalah cara startegis untuk memperkuat diplomasi budaya yang berdampak dan berkelanjutan.

 

“Harapan saya tentunya, dalam diskusi nanti kita dapat memperoleh rekomendasi atau strategi untuk sinergi lintas sektor dan kolaborasi dalam memperkuat diplomasi budaya,” ungkapnya.

 

 

Reporter : Frista Maria

Dokumentasi : Ahmad Kemal

Editor : Dyah Sugiyanto

Galeri