Perpusnas Dorong Sinergi Perpustakaan di Banjarbaru untuk Tingkatkan Budaya Literasi

Gallery image

Perpusnas Dorong Sinergi Perpustakaan di Banjarbaru untuk Tingkatkan Budaya Literasi

Banjarbaru - Guna menciptakan budaya baca dan literasi yang tinggi tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus melibatkan banyak pemangku kepentingan. Salah satunya perpustakaan sekolah/madrasah, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan desa/kelurahan/TBM dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar dalam kegiatan Penguatan Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi di Banjarbaru Kalimantan Selatan, Kamis (2/10/2025).

"Kegiatan ini merupakan upaya lebih lanjut pemanfaatan bantuan Buku Bacaan Bermutu yang telah diberikan Perpusnas kepada perpustakaan desa, kelurahan dan TBM," ungkapnya.

Buku Bacaan Bermutu yang telah diberikan kepada Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 218 desa/kelurahan/TBM di tahun 2024, dan di tahun 2025 sebanyak 341 desa/kelurahan/TBM. Sedangkan di Kota Banjarbaru tahun ini sejumlah 34 desa/kelurahan/TBM yang mendapatkan Bantuan Bacaan Bermutu.

Menurutnya, Perpusnas memandang perlu adanya kegiatan pendukung yang berfokus pada peningkatan peran perpustakaan sekolah/madrasah sebagai Lembaga yang berkepentingan besar akan pemanfaatan an pemberdayaan Buku Bacaan Bermutu.

"Karena faktanya, masih banyak perpustakaan sekolah maupun madrasah yang kekurangan koleksi kekinian. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi dengan perpustakaan desa/kelurahan dan perpustakaan perguruan tinggi untuk bersinergi," ungkapnya.

Kegiatan pemberdayaan perpustakaan ini, lanjutnya, sebagai wujud nyata pembinaan perpustakaan yang dilakukan Perpusnas.

"Jika selama ini pembinaan dilakukan per jenis perpustakaan, saat ini pembinaan dilakukan secara komprehensif melibatkan seluruh jenis perpustakaan pada satu kegiatan," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby dikukuhkan sebagai bunda literasi Kota Banjarbaru.

Wali Kota menyampaikan, gerakan literasi tidak hanya tentang membangun peradaban, memperkuat karakter, serta menyiapkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

"Sebagai bunda literasi, saya berkomitmen untuk ikut serta dalam mendorong tumbuhnya budaya membaca di keluarga, sekolah, maupun masyarakat,serta memastikan literasi hadir dalam kehidupan sehari-hari warga Kota Banjarbaru," ungkapnya.

Ia mengatakan, literasi harus dapat dirasakan manfaatnya secara nyata, baik dalam meningkatkan kualitas Pendidikan, mendorong keterampilan,hingga menunjang kesejahteraan masyarakat. 

"Literasi tugas bersama, saya menginginkan adanya gerakan yang mampu melahikan masyarakat berdaya saing. Salah satunya, melalui lomba Gerakan 7 hari Membaca Bersama," katanya.

 

Reporter: Wara Merdeka

Dokumentasi: Tim P3SMPT

 

Galeri