Perpusnas Dukung Literasi Kedirgantaraan Lewat Pameran dan Peluncuran Buku Chappy Hakim
Medan Merdeka Selatan, Jakarta — Penyediaan bahan bacaan yang relevan dan menarik menjadi kunci dalam mendorong peningkatan budaya literasi di Indonesia.
Demikian disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) E. Aminudin Aziz dalam Pameran dan Peluncuran Buku FIR (Flight Information Region) dan Kedaulatan Negara di Udara karya Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim di Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Perpusnas, Senin (11/8/2025).
Menurutnya, rendahnya minat baca bukan semata karena kurangnya penerbitan, melainkan karena belum tersedianya buku yang sesuai dengan minat pembaca.
“Rata-rata orang Indonesia hanya membaca selama 129 jam dalam setahun, itu pun baru menyelesaikan satu buku setiap dua bulan. Bukan karena kita tak punya cukup buku, tapi karena belum banyak yang benar-benar menarik minat pembaca,” ungkapnya.
Acara ini juga diisi dengan pameran lebih dari 50 judul buku karya Chappy Hakim, sebagian di antaranya merupakan donasi langsung dari penulis.
Koleksi tersebut kini dapat diakses oleh masyarakat secara fisik di Perpusnas maupun digital melalui platform daring.
“Koleksi ini melengkapi khazanah literasi kami dan diharapkan menjadi sumber pengetahuan berharga, khususnya bagi masyarakat yang tertarik pada isu-isu kedirgantaraan,” imbuhnya.
Sementara itu, Chappy Hakim menyampaikan apresiasi kepada Perpusnas yang telah bersedia menjadi tuan rumah peluncuran bukunya.
Ia menilai Perpusnas adalah tempat yang tepat dan terhormat untuk memperkenalkan karya-karya literasi yang berkaitan erat dengan kepentingan nasional.
Lebih lanjut, ia menjelaskan Buku FIR dan Kedaulatan Negara di Udara membahas secara mendalam persoalan kedaulatan ruang udara Indonesia, khususnya terkait pengelolaan Flight Information Region (FIR).
Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman panjangnya di dunia kedirgantaraan, serta keprihatinannya terhadap minimnya pemahaman publik terhadap pentingnya wilayah udara sebagai bagian dari kedaulatan negara.
“Saya ingin menuangkan pemikiran-pemikiran saya tentang kedaulatan negara terutama di udara,” jelasnya.
Reporter : Frista Maria
Dokumentasi : Aditya Irfan
Editor : Wara Merdeka
Galeri








