Perpusnas Dukung Penguatan Talenta Seni Budaya Menuju Talent Fest 2026
Jakarta - Humas Perpusnas. Pengembangan talenta seni budaya membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar potensi generasi muda Indonesia mampu tumbuh, berakar pada kekayaan budaya bangsa, dan memiliki daya saing di tingkat global.
Semangat tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Road to Talent Fest 2026 Bidang Seni Budaya, yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, Rabu (5/8/2026).
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) turut mengambil bagian dalam kegiatan yang digelar di Ruang Auditorium, Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas tersebut, yaitu melalui kehadiran Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar.
Dalam wawancara terpisah, Adin mengatakan bahwa Perpusnas mempunyai peranan yang sangat strategis dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia Indonesia unggul menuju Indonesia Emas 2025 melalui penguatan budaya baca dan kecakapan literasi.
“Perpusnas sebagai institusi ataupun lembaga pemerintah menjadi salah satu ekosistem dalam kerangka pemajuan budaya. Salah satu yang menjadi bagian dari program Perpusnas yaitu pelestarian khazanah budaya bangsa kita. Di satu sisi budaya literasi, di satu sisi lain juga pelestarian budaya melalui revitalisasi naskah kuno manuskrip,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adin menerangkan dalam program Manajemen Talenta Nasional (MTN) 2026, Perpusnas juga memiliki peran yang sangat strategis. Ia juga membenarkan bahwa pencapaian pembangunan nasional hanya dapat dilakukan melalui kolaborasi dan kerja sama lintas sektor.
“Potensi bangsa kita dalam aspek seni budaya, termasuk budaya menulis, sesungguhnya merupakan talenta yang telah tumbuh di akar rumput. Melalui MTN, potensi tersebut dapat diangkat, dibina, direkognisi, dan dikembangkan sehingga mampu menciptakan produktivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Adin menambahkan, penguatan literasi juga menjadi pintu masuk untuk menggali kembali kekayaan budaya dan kearifan lokal di berbagai daerah. Melalui literasi, generasi muda diharapkan mampu melahirkan karya-karya baru yang berakar pada identitas budaya Indonesia, mulai dari karya tulis, musik daerah, hingga seni pertunjukan.
"Potensi literatur itu sendiri banyak tersimpan di Perpusnas, baik naskah manuskrip maupun naskah kuno yang dapat digali kembali. Karena itu, saat ini kami memiliki berbagai program, seperti alih wahana dan program-program pelestarian lainnya," katanya.
Ke depan, Perpusnas berencana mengintegrasikan penguatan budaya baca dengan pengembangan potensi budaya lokal melalui berbagai kegiatan di perpustakaan. Ruang-ruang perpustakaan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan pertunjukan seni, diskusi budaya, hingga pameran karya kreatif yang melibatkan generasi muda.
"Nantinya, berbagai pertunjukan budaya maupun diskusi dapat diselenggarakan di Perpusnas sehingga semakin banyak talenta-talenta muda yang muncul, berkembang, dan menjadi semakin kreatif," pungkasnya.
Road to Talent Fest 2026 mempertemukan berbagai kementerian, lembaga, organisasi profesi, perguruan tinggi, serta mitra pembangunan untuk membangun sinergi dalam mendukung ekosistem talenta nasional di bidang seni budaya.
Dalam forum ini, para pemangku kepentingan berdiskusi mengenai berbagai upaya strategis dalam memperkuat pembinaan talenta seni budaya, serta mendorong lahirnya generasi kreatif yang mampu melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman.
Keikutsertaan Perpusnas menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui penguatan literasi, pelestarian pengetahuan, serta kolaborasi lintas sektor.*** (SA/Ed: BS/Dok: AIF)
Galeri








