Perpusnas Dukung Program Literasi di Kabupaten Asahan

Gallery image

Perpusnas Dukung Program Literasi di Kabupaten Asahan

Jakarta-Humas Perpusnas. Koordinator Komisi C DPRD Kabupaten Asahan, Rosmansyah menyampaikan bahwa telah dilakukan pembenahan, termasuk peningkatan akreditasi perpustakaan daerah dari sebelumnya tidak aktif menjadi peringkat B. Namun demikian, kondisi fiskal daerah yang mengalami penurunan berdampak pada terbatasnya program di sektor perpustakaan. Dinas kini hanya fokus pada belanja wajib. 

 

“Kegiatan kami di Dinas Perpustakaan saat ini hanya tersisa untuk pembayaran gaji dan sedikit pengadaan buku, hampir tidak ada kegiatan lain,” ungkapnya saat melakukan kunjungan kerja ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Rabu (29/4/2026).

 

Rosmansyah berharap agar dukungan dari pemerintah pusat dapat terus diberikan, baik melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik maupun peluang pembangunan fisik di masa mendatang.

 

“Untuk DAK Fisik, DED sudah kami siapkan untuk perbaikan perpustakaan daerah agar lebih layak, mengingat perpustakaan ini diakses oleh enam perguruan tinggi, termasuk Universitas Asahan dengan sekitar 8.000 mahasiswa,” ujarnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar menjelaskan bahwa lembaga juga mengalami penyesuaian anggaran, namun tetap berupaya menjaga keberlanjutan program prioritas. Ia menambahkan bahwa peluang DAK Fisik kemungkinan baru tersedia pada 2027.

 

Adin menegaskan bahwa peluang dukungan bagi daerah masih terbuka melalui skema DAK Nonfisik. “Pemerintah daerah dapat mengusulkan program yang mendukung peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat untuk tahun anggaran berikutnya,” ujarnya.

 

Peluang dukungan bagi pemerintah daerah masih terbuka melalui DAK Nonfisik, yang dapat diajukan untuk tahun anggaran berikutnya. Ia juga menyampaikan program-program yang masih berjalan yaitu Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), KKN Tematik Literasi dan Relawan Literasi (Relima).

 

“Program‑program ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas literasi di daerah.” tutupnya.*** (FM/Ed: BS/Dok: AA)

Galeri