Perpusnas Gagas Festival Literasi Sekolah Rakyat

Gallery image

Perpusnas Gagas Festival Literasi Sekolah Rakyat

Jakarta - Humas Perpusnas. Tahun 2025 merupakan awal perjalanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dalam memberikan dukungan pengadaan perpustakaan di Sekolah Rakyat. Dalam perkembangannya, Perpusnas juga menggagas Program Festival Literasi Sekolah Rakyat sebagai bentuk pengembangan perpustakaan Sekolah Rakyat yang berkelanjutan.

 

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar pada rapat yang berlangsung Kamis (19/2/2026), menilai bahwa program ini dapat menjadi upaya dalam memastikan kebermanfaatan koleksi buku dan layanan perpustakaan bagi para siswa.

 

“Festival Literasi Sekolah Rakyat akan melibatkan guru dan anak-anak. Nantinya akan ada kegiatan meresensi buku yang kemudian diunggah ke media sosial atau website. Dengan begitu masyarakat, bahkan bapak Presiden dapat melihat karya literasi mereka yang sangat luar biasa dan berpotensi untuk dibukukan,” jelasnya. 

 

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico menyambut baik dan mendukung Program Festival Literasi Sekolah Rakyat. Menurutnya, program ini dapat memfasilitasi seluruh siswa untuk menyalurkan bakat menulis mereka.

“Tujuan saya sebenarnya agar anak-anak dapat menghasilkan karya, salah satunya adalah mereka bisa menulis buku dengan baik. Kalau nantinya kegiatan ini berkembang melalui ekstrakurikuler menulis juga tidak masalah. Harapannya, hasil tulisan mereka bisa dibukukan,” ungkapnya.

Selain itu, Robben juga mengharapkan adanya inovasi dalam pengelolaan perpustakaan di Sekolah Rakyat. “Akan menjadi sebuah kebanggaan jika bisa membuat sebuah konsep inovatif di perpustakaan sehingga anak-anak tertarik dan memanfaatkan perpustakaan dengan optimal,” ujarnya.

Gagasan yang disampaikan Adin, diperkuat dengan penjelasan teknis terkait pelaksanaan Festival Literasi oleh Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi Perpusnas, Taufiq A. Gani.

 

“Kami akan memberikan pembekalan pelatihan teknik meresensi buku atau bercerita kepada anak-anak. Kemudian nantinya mereka akan dipilih untuk mengikuti lomba secara berjenjang dari regional sampai ke tingkat nasional,” tuturnya.

 

Lebih lanjut terkait inovasi perpustakaan di Sekolah Rakyat, ia juga menambahkan bahwa saat ini Perpusnas tengah membuat cerita animasi pendek yang terinspirasi dari buku cerita dan komik cerita rakyat. “Kami saat ini sedang membuat animasi pendek yang diambil dari cerita rakyat berbentuk PDF statis, untuk kemudian dikonversikan menjadi animasi,” pungkasnya.*** (AL/Ed:BS,DRS/Dok:ATK)

 

Galeri