Perpusnas Gelar Pelatihan Menulis Komunitas Pelita

Gallery image

Perpusnas Gelar Pelatihan Menulis Komunitas Pelita

Salemba, Jakarta - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) melalui Perpusnas Press menggelar Pelatihan Menulis Komunitas Penulis Literasi Pustaka (Pelita) untuk menegaskan peran pustakawan dan memperkuat jejaring antarpenulis di Perpusnas, Senin (28/7/2025). 

 

Dalam sambutannya, Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, Sri Marganingsih, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekedar forum pelatihan, tetapi ruang kolaborasi dan refleksi bagi pustakawan untuk memperkuat identitas dan peran mereka dalam dinamika masyarakat yang terus berkembang.

 

“Peran pustakawan tidak lagi terbatas pada pengelolaan koleksi dan penyediaan layanan informasi. Lebih dari itu, pustakawan adalah agen perubahan, jembatan pengetahuan, dan pengawal nilai-nilai budaya bangsa. Pustakawan adalah penulis peradaban, merekalah yang seharusnya mengarsipkan, menyuarakan, dan memperkaya khazanah literasi lokal maupun global,” jelasnya.

 

Melalui tema "Jati Diri Pustakawan dalam Konteks Sosial dan Budaya”, lanjutnya, menjadi sarana untuk meninjau kembali jati diri pustakawan. Tidak hanya sebagai profesi teknis, pustakawan merupakan profesi yang memiliki kedalaman sosial dan keberpihakan budaya.

 

“Jati diri ini perlu dirawat melalui literasi, diperkuat lewat narasi, dan dibagikan melalui jejaring komunitas seperti ini,” imbuhnya.

 

Hadir sebagai narasumber, Hudan Nur, penulis sekaligus Duta Baca Kota Banjarbaru tahun 2021-2025, menegaskan bahwa dalam konteks sosial dan budaya, pustakawan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang berkontribusi pada pelestarian budaya, peningkatan literasi, dan pemberdayaan masyarakat.

 

“Dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, pustakawan dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan berbudaya,” tuturnya.

 

Pelatihan ini diikuti oleh 50 pustakawan di Perpustakaan Nasional dan tidak hanya berhenti pada pelatihan menulis saja, namun menjadi ruang pembinaan bagi lebih dari 40 esai yang telah terkumpul. Esai akan dikurasi dan ditingkatkan kualitasnya, hingga layak untuk diterbitkan dan dibaca oleh khalayak yang lebih luas.

 

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak pustakawan dan penulis komunitas yang terdorong untuk berkarya, mendokumentasikan pemikirannya, dan menyuarakan identitas dalam bentuk tulisan.

 

Reporter: Gilang Arwin Saputri
Dokumentasi: Aditya Irfan Fakhruddin

Galeri