Perpusnas Gelar Pelatihan Pembangunan Karakter dan Tim Kerja: Wujudkan Kepemimpinan Efektif di Era Digital
Ungaran, Jawa Tengah — Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Karakter dan Pembangunan Tim Kerja dengan tema “Kepemimpinan Efektif di Era Digital”. Kegiatan berlangsung di Pondok Wisata Umbul Sidomukti, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Kamis-Minggu (28-31/08/2025). Kegiatan tersebut melibatkan 85 peserta dari jajaran pimpinan tinggi utama, madya, pratama, administrator, pengawas, hingga ketua kelompok substansi.
Dalam laporannya, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpusnas, Triani Rachmawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat keterampilan fisik, mental, dan sosial, sekaligus menumbuhkan semangat kerja sama, solidaritas, serta kepedulian untuk kemajuan organisasi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti dengan penuh semangat, sehingga tujuan pelatihan untuk membangun karakter kepemimpinan dan tim kerja yang solid dapat tercapai,” ungkap Triani.
Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, E. Aminudin Aziz. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kepemimpinan transformasional harus dibangun melalui refleksi diri, kebersamaan, dan keberanian keluar dari zona nyaman.
“Perpusnas bukan milik pimpinan semata, tetapi milik kita semua. Karena itu, penting bagi setiap insan Perpusnas menyadari peran dan tanggung jawab masing-masing, serta bekerja sama lintas unit agar organisasi ini kokoh dan tidak terjebak dalam ego sektoral,” tegas Aminudin.
Beliau menambahkan bahwa mancakrida (outbond) bukan sekadar aktivitas luar ruang, melainkan sarana refleksi, penyegaran, dan penguatan tim. Ada empat tujuan utama yang ditekankan:
1. Meningkatkan kesadaran diri akan peran dan tanggung jawab dalam organisasi.
2. Membangun kebersamaan, sehingga setiap individu merasa menjadi bagian dari sistem yang sama.
3. Unloading, yaitu berhenti sejenak untuk refleksi, agar dapat melompat lebih jauh ke depan.
4. Pengalaman baru, baik dalam interaksi maupun pembelajaran, yang dapat menjadi inspirasi dalam bekerja.
“Kita tidak boleh menjadi ‘dinosaurus’ yang terjebak di zona nyaman, tetapi harus mentransformasi diri menjadi elang rajawali yang visioner, tangguh, dan siap membawa Perpusnas menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.
Kegiatan ini terselenggara dengan beragam sesi mulai dari pelatihan kepemimpinan, permainan kerja sama tim, hingga mancakrida, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat karakter kepemimpinan, membangun solidaritas, serta mewujudkan Perpusnas sebagai lembaga yang adaptif, kolaboratif, dan inovatif di era digital.
Reporter dan Fotografer: Arwan Subakti






