Perpusnas Gelar Sosialisasi Petunjuk Teknis Administrasi Keuangan KKN Tematik Literasi Tahun 2026

Gallery image

Perpusnas Gelar Sosialisasi Petunjuk Teknis Administrasi Keuangan KKN Tematik Literasi Tahun 2026

Jakarta-Humas Perpusnas. Sosialisasi yang digelar oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) ini merupakan langkah strategis untuk menyamakan pemahaman seluruh perguruan tinggi mitra dalam mengelola anggaran program KKN Tematik Literasi Tahun 2026 secara tertib, transparan, dan akuntabel. Mencakup tahapan pra-kontrak, pencairan, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban yang saling terintegrasi.

 

“Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian regulasi, tetapi juga menjadi ruang dialog konstruktif untuk mengidentifikasi kendala dan merumuskan solusi aplikatif. Sehingga pengelolaan keuangan dapat berjalan efektif dan efisien, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan program dan penguatan dampak literasi di masyarakat,” ucap Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Perpusnas, Taufiq Abdul Gani secara daring, Selasa (5/5/2026).

 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Tematik Literasi Tahun 2026 merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya yang telah menunjukkan capaian positif. Tahun ini cakupan programnya diperluas dengan melibatkan 24 perguruan tinggi, yang mana sebelumnya hanya melibatkan 21 perguruan tinggi.

 

“Hal ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Perpusnas dalam membangun sinergi dengan perguruan tinggi guna mendorong peran aktif mahasiswa dalam pengembangan budaya literasi di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya berkontribusi secara nyata di desa, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam pengabdian kepada masyarakat,” jelas Taufiq.

 

Kegiatan KKN Tematik Literasi ini melibatkan berbagai pihak seperti Perpusnas, Kemendiktisaintek, perguruan tinggi mitra, dinas perpustakaan provinsi/kabupaten/kota, perangkat kecamatan/desa, perpustakaan desa, dosen, pustakawan, dan mahasiswa dalam pelaksanaannya.

 

“Dengan pergerakan masif ini, diharapkan akan ada optimalisasi pemanfaatan koleksi buku bermutu di desa, peningkatan literasi di desa, dan peningkatan kapasitas pustakawan dan pengelola perpustakaan,” pungkasnya.*** (NTK/Ed: BS/Dok: NTK)

Galeri