Perpusnas Gelar Uji Keterbacaan Karya Saduran untuk Anak
Jakarta - Tidak hanya membaca, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) juga mengajak orang tua untuk mendengarkan dan menilai bersama buku-buku saduran yang dibuat khusus untuk anak-anak Indonesia.
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto mengatakan bahwa buku-buku ini berasal dari cerita klasik Nusantara berusia puluhan hingga ratusan tahun, yang ditulis ulang dengan bahasa lebih ringan, menarik, dan ilustrasi berwarna.
"Tujuan kegiatan ini sederhana namun penting yaitu agar anak Indonesia bisa menikmati karya sastra bangsa dalam bentuk yang sesuai dengan usia mereka. Perpusnas percaya, setiap anak berhak tumbuh dengan bacaan yang baik," ungkapnya.
Sementara itu, Sri Irianingsih dan Sri Rossyati atau yang akrab dikenal sebagai Ibu Guru Kembar sangat mengapresiasi kegiatan ini karena bagi mereka minat baca anak tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, melainkan juga orang tua.
"Perpusnas sudah melakukan acara yang bagus dengan mengadopsi kegiatan perpustakaan di Cina. Di sana acara seperti ini diadakan dengan mengundang anak beserta orang tuanya, sehingga tugas untuk meningkatkan minat baca anak tidak hanya diserahkan ke para guru di sekolah saja," jelasnya.
Uji Keterbacaan Karya Saduran Sastra Klasik Berbasis Koleksi Langka yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna, Lantai 4 Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas, Senin (13/10/2025) merupakan hasil kerja sama dari banyak pihak, termasuk diantaranya Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (Hiski) dan Badan Bahasa.
Perwakilan dari Badan Bahasa, Mutiara dan Herlina Astuti Efse pada kesempatannya juga menjelaskan teknis pengisian instrumen kuesioner oleh anak maupun orang tua. Penilaian dari seluruh peserta dibutuhkan agar buku saduran yang dibuat dapat dimanfaatkan oleh anak-anak di seluruh Indonesia.
Perpusnas melalui Pusat Jasa Informasi dan Naskah Nusantara pada Maret 2025 mulai menyadur karya sastra klasik ke dalam empat tingkatan pembaca:
- PAUD: 10 buku cerita bergambar yang cerah dan penuh warna;
- SD kelas 1-3: 10 buku bergambar dengan kalimat yang ringan;
- SD kelas 4-6: 10 buku dengan alur yang seru dan karakter kuat;
- SMP: 10 buku dengan tema dan pesan moral yang lebih mendalam.
Sejumlah 40 buku baru yang bersumber dari 15 karya sastra klasik Indonesia dalam koleksi langka Perpusnas dibuat. Adapun karya sastra yang dimaksud diantaranya Hikayat Bayan Budiman dan Doea Sedjoli.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembacaan dongeng oleh Mochamad Ariyo Faridh Zidni atau dikenal dengan panggilan Kak Aio dan pertunjukkan sulap edukasi oleh pegawai di Layanan Anak Lantai 7, yaitu Abdul Rahim atau Ayah Daffa.
Reporter: Basma Sartika
Dokumentasi: Aji Anwar
Galeri










