Perpusnas Imbau Penerima DAK Fisik 2025 Tajamkan Strategi Inovasi Layanan Perpustakaan
Jakarta-Humas Perpusnas. Sekretaris Utama (Sestama) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Joko Santoso menekankan pentingnya penajaman strategi inovasi layanan perpustakaan pasca penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Subbidang Perpustakaan Tahun Anggaran 2025 agar pemanfaatan layanan perpustakaan oleh masyarakat semakin optimal.
“Pasca pembangunan gedung, renovasi, perluasan, beserta fasilitas pendukungnya, diharapkan bapak/ibu penerima DAK Fisik dapat segera menajamkan strategi inovasi layanan perpustakaan dan kreativitas untuk meningkatkan pemanfaatan layanan perpustakaan bagi masyarakat di wilayah masing-masing,” jelasnya pada kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun Evaluasi DAK Fisik Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan secara daring, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, optimalisasi DAK Fisik Subbidang Perpustakaan perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan daerah guna memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat.
“Hal ini menjadi bagian penting untuk mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, inovatif, berkarakter, serta mendukung terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing,” tuturnya.
Joko menyampaikan sejak 2019 hingga 2025, pemerintah pusat melalui DAK Fisik telah mengalokasikan lebih dari Rp 2.7 triliun untuk pembangunan dan pengembangan perpustakaan daerah.
“Dukungan tersebut telah diterima oleh 467 dinas perpustakaan provinsi, kabupaten, dan kota dalam bentuk pembangunan gedung, renovasi, perluasan ruang layanan, penyediaan perangkat, hingga penambahan koleksi perpustakaan,” jelasnya.
Melalui dukungan DAK Fisik Subbidang Perpustakaan, Joko berharap dinas perpustakaan penerima di daerah dapat menciptakan pemerataan akses layanan perpustakaan yang berkualitas sehingga mampu mendukung diseminasi pengetahuan, peningkatan keterampilan dan peningkatan kapabilitas masyarakat.
“Kami juga ingin mendengar bagaimana hasil implementasi DAK Fisik oleh dinas perpustakaan di daerah. Kami berharap melalui pembangunan perpustakaan pada akhirnya bisa digunakan untuk memutakhirkan status akreditasi perpustakaan bapak/ibu semua sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan,” urainya.
Selain itu, Joko juga menekankan dukungan anggaran operasional dari pemerintah daerah agar pemeliharaan gedung perpustakaan yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Adapun bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah penerima DAK Fisik diwajibkan melaporkan capaian immediate outcome seperti misalnya peningkatan jumlah kunjungan masyarakat dan program kegiatan yang melibatkan masyarakat di perpustakaan, baik secara luring maupun daring.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpusnas, Edi Wiyono menyampaikan bahwa kegiatan Evaluasi DAK Fisik Tahun Anggaran 2025 merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan program tersebut dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.
“Penyelenggaraan DAK Fisik Perpustakaan merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam mendukung pencapaian Asta Cita Presiden yang akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029,” jelasnya.
Edi menjelaskan, terdapat dua Prioritas Nasional (PN) yang memiliki keterkaitan erat dengan penyelenggaraan DAK Fisik Subbidang Perpustakaan. Pertama, PN ke-4 yang berfokus pada pembangunan SDM berkualitas, berdaya saing, dan inovatif.
“Kemudian kita juga memiliki irisan atau korelasi terkait dengan PN ke-8 yang berkaitan dengan terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis. Jadi dua PN ini menjadi payung kita untuk penyelenggaraan DAK Fisik Perpustakaan,” jelasnya. (AL/Ed:BS/Dok:AIF)
Galeri







