Perpusnas Kawal Penelusuran Koleksi Hubungan Indonesia-Swiss

Gallery image

Perpusnas Kawal Penelusuran Koleksi Hubungan Indonesia-Swiss

Jakarta-Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan dokumentasi sejarah hubungan Indonesia–Swiss melalui penelusuran koleksi dan arsip yang relevan.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran awal secara intensif. “Kami telah melakukan penelusuran dalam satu hari penuh dan menyiapkan berbagai materi koleksi yang relevan. Perpusnas siap mendukung proses ini, baik dari sisi penelusuran referensi maupun standar penerbitan, termasuk aspek ISBN,” ujarnya.

Perpusnas mencatat memiliki lebih dari 3,5 juta judul koleksi atau hampir 9,8 juta eksemplar dalam berbagai format. Koleksi tersebut mencakup buku, audiovisual, peta, foto, hingga koleksi langka yang berpotensi menjadi sumber utama dalam penulisan sejarah hubungan kedua negara, Indonesia–Swiss.

Pada kesempatan yang sama, Pustakawan Ahli Madya Perpusnas, Hety Setiawati menambahkan bahwa hasil penelusuran sementara yang diperoleh meliputi 22 judul koleksi foto, empat koleksi audiovisual, tujuh artikel majalah, serta 39 artikel surat kabar langka yang berkaitan dengan kedua negara tersebut.

“Penelusuran masih terus dilakukan. Kami mengompilasi temuan melalui sistem digital bersama agar memudahkan proses seleksi dan kurasi materi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri, Punjul Setya Nugraha menegaskan bahwa proyek ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan diplomatik yang memiliki nilai historis dan edukatif. Lebih lanjut, ia menegaskan peringatan 75 tahun hubungan bilateral yang dimulai sejak 1951 menjadi momentum penting untuk merekam perjalanan kerja sama kedua negara.

“Telah dijadwalkan sejumlah kegiatan dalam rangka peringatan 75 tahun hubungan Indonesia dan Swiss, salah satunya penyusunan buku memoir yang merangkum sejarah hubungan bilateral sejak awal, termasuk kunjungan pejabat tinggi serta kontribusi Swiss dalam pembangunan di Indonesia,” pungkasnya.

Pertemuan lintas lembaga ini juga bertujuan mengidentifikasi ketersediaan bahan, membahas mekanisme akses dan digitalisasi arsip, hingga aspek hak kekayaan intelektual yang melekat pada dokumen sejarah.*** (AS,FM/Ed:BS,DRS/Dok:AA)

Galeri