Perpusnas Kawal Perluasan Akses Literasi Masyarakat Sorong Selatan
Jakarta - Humas Perpusnas, Kebijakan efisiensi anggaran daerah tidak menyurutkan semangat Kabupaten Sorong Selatan untuk memperluas akses literasi masyarakat.
Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, mengatakan bahwa pihaknya tengah berencana mengembangkan ruang baca terbuka sebagai bagian dari penguatan ekosistem literasi di daerah. “Kami berencana akan membuat taman baca terbuka. Dengan demikian, masyarakat bisa datang untuk membaca, memanfaatkan internet, dan belajar bersama,” katanya, Jumat (6/3/2026).
Ia pun menyampaikan mimpinya untuk memiliki gedung perpustakaan daerah yang representatif. Menurutnya, pemerintah daerah (pemda) telah menyiapkan lokasi pembangunan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan layanan literasi di daerah. “Kami memang sangat membutuhkan perpustakaan. Lokasi lahannya sudah tersedia di kawasan perkantoran dan rencananya berseberangan dengan assessment center sehingga masyarakat yang membutuhkan referensi atau bahan bacaan dapat langsung mengakses perpustakaan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar, menekankan pentingnya penguatan layanan perpustakaan di tingkat desa sebagai bagian dari pemerataan akses literasi.
“Layanan perpustakaan untuk masyarakat harus mulai dijalankan, misalnya dengan memanfaatkan koleksi yang ada agar dapat diakses masyarakat,” ucapnya di Ruang Rapat Pimpinan, Gedung Perpusnas, Jalan Salemba Raya.
Adin juga mendorong Sorong Selatan untuk menyampaikan data desa yang membutuhkan penguatan layanan literasi, termasuk melalui perpustakaan desa maupun rumah ibadah. “Data desa yang akan dibantu, termasuk yang berada di masjid, gereja, atau komunitas, bisa disampaikan kepada kami. Program penguatan literasi di desa akan kita dorong secara bertahap,” ungkapnya.
Terkait dukungan pembangunan gedung perpustakaan daerah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menjelaskan bahwa pada tahun ini dukungan tersebut belum tersedia, akan tetapi ia meyakinkan bahwa perpusnas tetap menampung aspirasi pemda terkait penguatan infrastruktur perpustakaan.
“Perlu kami sampaikan bahwa dukungan pembangunan melalui DAK Fisik pada tahun ini belum tersedia. Namun, Perpusnas masih terus mengusulkan program tersebut kepada pemerintah pusat agar dapat kembali dialokasikan,” jelasnya.
Kendati demikian, kesiapan administrasi, termasuk status lahan yang jelas dan bersertifikat, menjadi hal penting dalam pembangunan perpustakaan daerah. Sehingga, mereka berharap agar dokumen-dokumen tersebut dapat dipersiapkan dengan sungguh-sungguh agar kelak tidak menimbulkan masalah. *** (AKN/Ed:BS/Dok:KN)
Galeri










