Perpusnas Miliki BNI dan KIN sebagai Sumber Literatur Sekunder Strategis

Gallery image

Perpusnas Miliki BNI dan KIN sebagai Sumber Literatur Sekunder Strategis

Jakarta - Humas Perpusnas, Akses informasi koleksi nasional kini semakin terbuka. Melalui Bibliografi Nasional Indonesia (BNI) dan Katalog Induk Nasional (KIN), masyarakat dapat menelusuri informasi pustaka yang dibutuhkan. 

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, menekankan bahwa BNI dan KIN merupakan produk terbitan berisi literatur sekunder strategis yang dihasilkan Perpusnas. Keduanya, menurut Suharyanto, mendukung pengelolaan informasi nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Perpusnas Nomor 4 Tahun 2020. Hal ini disampaikannya dalam webinar Pustakawan Menyapa Pemustaka (PUSPA) edisi ke-16, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, BNI merupakan kumulasi terbitan nasional yang tidak hanya berfungsi sebagai daftar bibliografi, tetapi juga menjadi cerminan perkembangan peradaban dan budaya bangsa dari waktu ke waktu. “BNI menghimpun berbagai terbitan yang menjadi bukti perkembangan ilmu pengetahuan, sosial, budaya, politik, serta teknologi pada periode tertentu,” jelasnya. 

Sementara itu, KIN berperan sebagai himpunan metadata katalog dari berbagai perpustakaan di Indonesia yang terhubung dalam jaringan kerja sama. Melalui KIN, masyarakat dapat menelusuri koleksi perpustakaan secara lebih luas dan efektif, sekaligus mendukung layanan silang layan antarperpustakaan.

“Melalui webinar ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mengenal sekaligus memanfaatkan produk literatur sekunder Perpusnas,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan materi Pustakawan Ahli Muda, Roosiati Nurachma menjelaskan, konsep dasar literatur sekunder sebagai sumber informasi yang mengolah kembali data dari literatur primer sehingga memudahkan penelusuran informasi. Sedangkan Pustakawan Ahli Utama, Emyati Tangke Lembang, menerangkan pentingnya kebijakan pengembangan literatur sekunder dalam mendukung ekosistem informasi nasional. 

Mengangkat tema ‘Mengenal Literatur Sekunder: BNI dan KIN’, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dari berbagai daerah secara daring. *** (AKN/Ed:DRS/Dok:PA)

Galeri