Perpusnas Perkuat Kapasitas Komunikasi Publik Pejabat Tinggi dan Pustakawan Utama
Jakarta - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menegaskan pentingnya keterampilan public speaking bagi aparatur sipil negara (ASN), terutama untuk mereka yang menjadi representasi lembaga.
Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menyampaikan bahwa seorang ASN yang ingin sukses harus mampu menjadi storyteller. Melalui contoh seorang salesman sukses yang juga storyteller hebat yaitu Dale Carnegie, Joko menggambarkan bagaimana keterampilan bercerita dapat mempengaruhi keputusan lawan bicara dengan cara lebih manusiawi dan persuasif.
“Carnegie selalu melatih kemampuannya dalam bidang public speaking, serta selalu bisa mengendalikan kondisi apapun yang terjadi. Dengan kemampuan itulah ia selalu sukses dalam mengajak orang untuk membeli produknya,” ungkapnya saat membuka Pelatihan Public Speaking untuk Pejabat Tinggi Pratama dan Pustakawan Ahli Utama di Jakarta, Rabu, (10/12/2025).
Joko menilai, pustakawan memiliki peran serupa dengan salesman. Mereka menawarkan ide, gagasan, dan pemikiran melalui berbagai sumber informasi. “Karena itu jika ingin menjadi pustakawan yang sukses harus mampu menjadikan dirinya seorang storyteller,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Joko berharap melalui pelatihan ini para pimpinan tinggi dan utama dapat memperkuat kapasitas komunikasi publik, khususnya dalam menyampaikan pesan strategis lembaga kepada pihak eksternal.
“Public speaking bukan hanya tentang berbicara, tetapi tentang bagaimana menyampaikan pesan dengan persuasif dan informatif, yang berdampak positif pada profesionalisme dan citra lembaga,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpusnas, Triani Rahmawati, mengatakan bahwa pelatihan berfokus pada penguasaan teknik public speaking yang berdampak, representatif, dan selaras dengan branding serta visi-misi Perpusnas.
“Peserta diharapkan mampu membangun citra lembaga melalui komunikasi publik yang strategis. Tidak hanya itu, peserta juga harus dapat menyesuaikan gaya komunikasi dengan audiens eksternal yang beragam,” jelasnya.
Pelatihan ini berlangsung selama dua hari pada 10-11 Desember 2025, dengan peserta seluruh JPT Pratama dan Pustakawan Ahli Utama Perpusnas.
Reporter: Gilang Arwin Saputri
Dokumentasi: Andri Tri Kurnia
Editor: Dyah Sugiyanto
Galeri







