Perpusnas: Pustakawan Jadi Penjaga Pengetahuan dan Benteng Melawan Hoaks

Gallery image

Perpusnas: Pustakawan Jadi Penjaga Pengetahuan dan Benteng Melawan Hoaks

Jakarta–Perpustakaan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga, menghidupkan, dan menyebarkan pengetahuan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

 

Hal tersebut disampaikan Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Maria Sobon Sampe, dalam sambutannya pada kegiatan apel pagi yang digelar secara daring, Senin (15/9/2025).

 

Maria menegaskan ada tiga hal penting yang harus dipegang teguh oleh pustakawan, yaitu disiplin dan integritas, pelayanan yang humanis, serta inovasi dan pembelajaran digital.

 

“Perpustakaan yang hebat bukan semata karena koleksinya, melainkan karena insan-insan yang menjaganya dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Pustakawan diharapkan melayani pemustaka dengan senyum, empati, dan keterbukaan,” ujarnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya semangat belajar dan berinovasi di era digital. “Kita tidak boleh berhenti belajar. Kita harus berani berinovasi, baik dalam layanan digital, program literasi, maupun program yang mendekatkan masyarakat pada perpustakaan,” tambahnya.

 

Menurutnya, Perpusnas dapat menjadi mercusuar literasi bangsa dan menjadi tempat lahirnya semangat membaca, berkembangnya budaya menulis, dan tumbuhnya generasi cerdas yang siap menghadapi masa depan.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perpustakaan tidak hanya sebatas rak buku, katalog, atau koleksi digital. Perpustakaan merupakan jembatan peradaban yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan bangsa. Sedangkan pustakawan berperan sebagai pengelola pengetahuan sekaligus penjaga masa depan bangsa.

 

Di tengah derasnya arus informasi digital, Maria mengingatkan bahwa tidak semua informasi benar dan bermanfaat. Untuk itu, perpustakaan hadir sebagai penjaga kredibilitas, pusat informasi, sekaligus benteng melawan hoaks.

 

“Mari bekerja dengan hati, melayani dengan sepenuh jiwa, dan menjaga semangat kebersamaan. Sebab kekuatan perpustakaan bukan hanya pada koleksi, melainkan pada manusia yang menghidupinya,” tutup Maria.

 

 

 

Dokumentasi & Reporter: Sonia Adelina

Galeri