Perpusnas Sebut Forum Perpustakaan Umum Indonesia sebagai Mitra Strategis
Salemba, Jakarta– Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar, membuka Musyawarah Nasional Forum Perpustakaan Umum Indonesia (FPUI), di Jakarta, pada hari Selasa, (16/12/2025). Menurutnya, FPUI merupakan salah satu mitra strategis Perpusnas dan perpustakaan umum kabupaten/kota dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nasional.
Adin mengatakan, kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas modal insaninya. Namun, ia menambahkan, peningkatan SDM tidak cukup hanya melalui sektor pendidikan formal semata. “Peningkatan SDM juga harus didukung oleh sistem penyediaan akses ilmu pengetahuan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan, salah satunya melalui perpustakaan,” ujarnya.
“Sebagai pelaku-pelaku profesional di bidang pengembangan akses informasi dan pengetahuan, maka FPUI menjadi satu mitra strategis Perpusnas dan juga perpustakaan umum di kabupaten kota untuk terus melakukan upaya-upaya perbaikan ke depan,” tuturnya.
Adin menambahkan, polarisasi informasi yang kian masif dan maraknya informasi yang kebenarannya diragukan menjadi tantangan serius bagi masyarakat.
“FPUI dapat menyiapkan kajian sehingga forum ini mampu merekomendasikan langkah-langkah strategis dalam mencermati kondisi masyarakat saat ini, di mana budaya baca belum kuat, namun masyarakat diterpa ledakan informasi yang begitu masif dan tidak semuanya benar,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Perpusnas khususnya melalui kedeputian yang dipimpinnya, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang diselenggarakan melalui FPUI. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas layanan dan literasi masyarakat.
Sementara itu, Ketua FPUI periode 2022-2025 sekaligus sebagai Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, menyampaikan capaian-capaian FPUI di bawah kepemimpinannya. Beberapa yang disebutkannya antara lain, menyelenggarakan berbagai kegiatan strategis dan audiensi, diskusi, dan seminar serta partisipasi nasional. Menurutnya, semuanya capaian tersebut menunjukkan eksistensi FPUI semakin diakui sebagai mitra strategis Perpusnas dan pemangku kepentingan literasi di Indonesia.
“Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, membuktikan bahwa FPUI cukup aktif berperan dalam mengadvokasi kebijakan penguatan jejaring nasional. Selain itu, FPUI berperan dalam pengembangan standar kompetensi pustakawan yang tersebar di berbagai level nasional hingga internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, tujuan FPUI adalah dapat berkontribusi untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan juga dapat meningkatkan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat di Indonesia.
“Kami berharap ketua terpilih yang baru dapat menjalankan amanah sekaligus meneruskan program-program kerja yang sudah ada, sehingga tujuan FPUI dapat tercapai,” tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Khusus Perpusnas, Nani Suryani, Pengurus FPUI serta para Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten Kota.
Sebagai informasi, Musyawarah Nasional FPUI yang diselenggarakan di aula Perpusnas, menetapkan Nasruddin Djoko Surjono sebagai Ketua FPUI periode 2025-2028. Djoko yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta terpilih secara aklamasi.
“Forum ini lahir sebuah keyakinan yang sederhana namun mendalam bahwa perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku melainkan ruang harapan, ruang di mana anak-anak bermimpi, generasi muda bertumbuh dan masyarakat yang menemukan kekuatan untuk memahami dunia. Keyakinan ini hanya dapat hidup jika kita rawat bersama,” tuturnya saat memberi sambutan.
Melalui FPUI, ia mengajak seluruh dinas perpustakaan provinsi, kabupaten, kota untuk mengaktivasi kegiatan literasi sesuai dengan potensi dan kemampuan daerah masing-masing. Sebab menurutnya, setiap perpustakaan dan pengelola memiliki peran yang sama penting dan berharga.
Reporter: Anastasia Lily
Editor: Dyah R. Sugiyanto
Dokumentasi: Prakas Agrestian
Galeri








