Perpusnas Serahkan Rp17 Miliar Dana Alokasi Khusus Non Fisik untuk Jawa Tengah
Semarang, Humas Perpusnas — Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menyerahkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp17,065 miliar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno dalam kegiatan Harmonisasi Program Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah: Ngopeni Nglakoni Arsip dan Literasi Menuju Jateng Maju Berkelanjutan, Kamis (29/1/2026).
Dalam sambutannya, Kepala Perpusnas menyampaikan bahwa Perpusnas saat ini menetapkan tiga program prioritas nasional. Pertama, penguatan budaya baca dan literasi. Menurutnya, literasi hanya dapat tumbuh apabila budaya baca tersedia dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Program prioritas kedua adalah pemajuan naskah kuno Nusantara yang mencakup pendataan, preservasi, konservasi, serta pemanfaatan naskah kuno sebagai penguatan identitas budaya dan sumber pengetahuan nasional. Ia menyebutkan, Indonesia memiliki sekitar 128.000 naskah kuno yang sebagian besar tersebar di daerah.
Sementara itu, program prioritas ketiga adalah akreditasi dan standardisasi perpustakaan. Dari lebih dari 219.000 perpustakaan di Indonesia, baru sekitar dua persen yang memenuhi standar. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan, khususnya perpustakaan sekolah dan daerah dengan keterbatasan sumber daya.
“Berdasarkan hasil survei, minat baca anak sebenarnya cukup tinggi, tetapi seringkali bahan bacaannya tidak sesuai. Perpusnas menyiapkan bahan bacaan bermutu dan sesuai minat untuk mendukung peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi,” ujarnya.
Selain itu, Perpusnas mendorong keterlibatan Pramuka, komunitas literasi, organisasi perangkat daerah (OPD), serta relawan literasi dalam memanfaatkan koleksi buku yang sudah tersedia, baik di desa, taman bacaan masyarakat (TBM), maupun lembaga pemasyarakatan.
“Prasarana peningkatan budaya baca sebenarnya sudah tersedia. Yang dibutuhkan sekarang adalah sinergi dan pemanfaatan optimal, bukan menambah buku baru sebelum yang ada digunakan secara maksimal,” tegasnya.
Untuk memperkuat sinergi dengan daerah, Perpusnas juga melanjutkan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi bekerja sama dengan perguruan tinggi. Pada 2026, program ini akan dilaksanakan di 1.000 lokus atau desa.
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, berharap dukungan DAK Nonfisik yang diterima Pemprov Jateng dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat peran perpustakaan untuk kemajuan bangsa.
Sebagai informasi, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati menyatakan, pada 2026 pihaknya akan memprioritaskan penguatan perpustakaan desa sebagai pusat belajar masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan pangan. Beberapa daerah di Jateng yang telah membentuk Saka Pustaka antara lain Kabupaten Blora, Kabupaten Banyumas, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Pati.*** (WM/Ed: DRS/ Dok: Humas Jateng)
Galeri









