Perpusnas Siap Dukung Pengembangan dan Digitalisasi Koleksi Museum ITB
Bandung - Humas Perpusnas, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) E. Aminudin Aziz menekankan komitmen dukungan Perpusnas terhadap pengembangan dan pengayaan koleksi Museum Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Perpusnas siap mendukung pengembangan Museum ITB melalui penelusuran dan digitalisasi dokumen yang dibutuhkan. Silakan ITB menyampaikan daftar dokumennya, dan tim layanan kami akan membantu melakukan pengecekan secara menyeluruh,” jelasnya saat audiensi di Ruang VIP Gedung CCAR ITB, Bandung, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, dukungan tersebut akan melibatkan unit layanan dan Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara) “Kami akan koordinasi dengan lembaga terkait apabila diperlukan,” ujarnya.
“Kami akan melakukan penelusuran, baik pada koleksi buku langka, majalah, maupun surat kabar lama yang berpotensi memuat informasi terkait sejarah ITB. Koordinasi juga dapat dilakukan dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk memastikan kelengkapan sumber,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Perpusnas juga menekankan bahwa mekanisme akses arsip bergantung pada status keterbukaannya. “Akses arsip tergantung pada statusnya, apakah terbuka atau tertutup. Karena itu, perlu koordinasi teknis yang lebih detail,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia menambahkan bahwa Perpusnas memiliki pengalaman menjalin penghubungan digital dengan sejumlah perpustakaan luar negeri, seperti British Library, German National Library, dan SOAS University of London, yang dapat menjadi referensi dalam penyusunan skema kerja sama.
“Pada prinsipnya, bentuk kerja sama sangat bergantung pada skema yang disepakati bersama. Yang penting, penanggung jawab dari masing-masing pihak jelas sehingga pelaksanaannya efektif dan terukur,” ungkapnya.
Turut mendampingi Kepala Perpusnas, Kepala Pusat Preservasi dan Alih Media Bahan Perpustakaan Tri Luki Cahya Dini beserta tim.
Sementara itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menuturkan bahwa ITB sebelumnya telah melakukan penelusuran dokumen sejarah ke ANRI dan Sekretariat Presiden. Proses koordinasi digitalisasi dengan Perpusnas sempat berjalan, namun terhenti akibat pandemi COVID-19.
“Museum ITB sudah melakukan soft launching, meskipun belum grand launching. Kami menargetkan hingga bulan Juli sudah tersedia materi yang cukup representatif untuk ditampilkan,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah tindak lanjut, antara lain penyusunan daftar dokumen oleh ITB, penelusuran oleh tim layanan Pujasintara Perpusnas, serta pembentukan tim kurator yang melibatkan sejarawan dan arsiparis. *** (AKN/Ed.DRS/Dok.Tim Preservasi)
Galeri










