Perpusnas Siap Sediakan Koleksi Naskah Kuno pada Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari
Jakarta, Humas Perpusnas - Keterlibatan Perpusnas dalam peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab dalam menghadirkan warisan intelektual bangsa kepada publik.
“Kami membutuhkan dukungan Perpusnas dalam penyediaan naskah dan materi agar seluruh rangkaian kegiatan ini memiliki benang merah yang kuat dan berbasis literasi,” ujar Direktur Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Udri, Selasa (31/3/2026).
Merespon permohonan itu, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Suharyanto.menyatakan komitmen Perpusnas mendukung penuh persiapan peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari melalui penyediaan koleksi.
Suharyanto menjelaskan, Perpusnas telah melakukan pendataan dan penelusuran koleksi yang berkaitan dengan Syekh Yusuf Al-Makassari. Saat ini terdapat tiga naskah kuno yang tersimpan di Perpusnas, serta puluhan koleksi lain dalam bentuk buku, foto, dan lainnya.
"Selain naskah, kami juga memiliki sekitar 59 koleksi berupa buku dan foto. Ada pula surat kabar langka yang memuat jejak Syekh Yusuf di Afrika Selatan," jelasnya. Koleksi tersebut, tidak hanya dalam bentuk cetak tetapi telah dialihmediakan ke format digital, seperti CD dan mikrofilm sebagai upaya pelestarian.
"Kami sudah menyiapkan berbagai yang dapat menjadi bagian dari pameran. Hal ini agar masyarakat bisa mengenal kembali pemikiran dan perjuangan Syekh Yusuf," lanjut Suharyanto.
Selanjutnya, Udri menyampaikan, bahwa peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari telah ditetapkan sebagai program strategis nasional tahun 2026. Mengingat peran Syekh Yusuf sebagai ulama dan pejuang yang tidak hanya berpengaruh di Indonesia, tetapi juga di tingkat global, khususnya Afrika Selatan.
"Beliau merupakan tokoh besar yang lahir di Gowa, menempuh pendidikan di Aceh, hingga akhirnya diasingkan ke Sri Lanka dan Afrika Selatan," ujarnya.
Udri menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah program utama, termasuk pembangunan museum Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan, sebagai simbol persahabatan Indonesia dan Afrika Selatan.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, Kemenbud akan menggelar pameran, seminar dan diskusi, pidato kebudayaan, yang direncanakan berlangsung pada 27 April hingga 3 Mei 2026 di kawasan Keraton Surosowan di Banten. Kegiatan ini akan menampilkan berbagai naskah kuno, buku, serta koleksi yang berkaitan dengan Syekh Yusuf.*** (WM/Ed:DRS/Dok:ATK)
Galeri








