Perpusnas Siapkan 4 Kerangka Kerja, Dukung Produktivitas dan Kesejahteraan

Gallery image

Perpusnas Siapkan 4 Kerangka Kerja, Dukung Produktivitas dan Kesejahteraan

Jakarta, Humas Perpusnas — Deputi Bidang Pengembangan dan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar mengatakan bahwa kecakapan literasi menjadi hal fundamental agar terwujud produktivitas dan kesejahteraan di suatu negara. “Semakin tinggi literasi suatu negara, maka akan semakin tinggi juga kesejahteraan di negara  tersebut,” ungkapnya.

 

Untuk mewujudkan kondisi tersebut, menurut Adin, budaya baca harus semakin digencarkan. Pada arahannya di kegiatan Apel Pagi, Senin (9/2/2026), ia memaparkan empat kerangka kerja. Pertama adalah penguatan sistem data perpustakaan terintegrasi.

 

“Ini sangat penting karena bersoal pada bagaimana kita nanti mengevaluasi seluruh perpustakaan yang ada di republik ini. Sehingga kami sudah membentuk tim dan menghasilkan proses bisnisnya,” ucapnya.

 

Kedua, disamping mengembangkan sistem, langkah selanjutnya adalah menyediakan bahan bacaan dan sarana serta prasarana lainnya. “Perpusnas dalam hal ini memberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik, disertai dengan bantuan buku bacaan bermutu yang hingga kini telah tersalurkan ke 20.000 perpustakaan desa, kelurahan, taman bacaan masyarakat dan rumah ibadah,” kata Adin.

 

“Sebanyak 20 juta buku bacaan bermutu telah didiseminasikan, termasuk untuk perpustakaan lapas, puskesmas, TPBIS, serta penyediaan mobil dan motor perpustakaan keliling sebagai bentuk ekspansi layanan hingga ke pedesaan,” tambahnya.

 

Ketiga, pemanfaatan perpustakaan dan pembudayaan minat baca yang dikemas dalam sebuah Gerakan Indonesia Membaca. “Kedeputian Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi melakukan giat-giat yang menyentuh akar rumput, salah satunya seperti membaca nyaring, yang melibatkan orangtua, guru, dan masyarakat. Upaya ini kami terus lakukan secara masif,” jelas Adin.

 

Kerangka kerja keempat yaitu peningkatan kapasitas tenaga perpustakaan dan Relawan Literasi (Relima). Adin menyebut bahwa pada tahun 2025, Perpusnas telah merekrut sebanyak 180 Relima yang telah bergerak menjadi mitra.

 

“Selain Relima, ada juga Bunda Literasi dan Duta Baca Indonesia yang terus diberdayakan agar gerakan literasi bisa sampai pada masyarakat,” terangnya.

 

Setelah empat kerangka kerja ini dijalankan, selanjutnya akan dilakukan evaluasi dan kajian dampak dengan outcome yang berdasar pada empat indikator kinerja yaitu rasio ketercukupan koleksi perpustakaan dengan penduduk, peningkatan tenaga perpustakaan yang kompeten, tingkat pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat, dan peningkatan perpustakaan sesuai dengan standar nasional.*** (FM/ Ed:BS /Dok:FM)

Galeri