Perpusnas Tekankan Kecakapan Literasi untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Gallery image

Perpusnas Tekankan Kecakapan Literasi untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Muara Beliti, Musi Rawas - Penguatan budaya literasi masuk menjadi salah satu program prioritas pembangunan. Literasi tidak hanya baca tulis dan berhitung akan tetapi memaknai seluruh informasi dan berpikir kritis. 

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar pada kegiatan Festival Literasi Kabupaten Musi Rawas Tahun 2025, Kamis (16/10/2025) mengatakan, kecakapan literasi di Indonesia harus semakin ditingkatkan, termasuk di Kabupaten Musi Rawas agar terjadi transformasi pengetahuan. Menurutnya, dengan demikian Indonesia Emas pada tahun 2045 dapat terwujud.

"Literasi adalah suatu hal yang esensial karena mampu menciptakan masyarakat berpengetahuan, inovatif, dan kreatif. Sehingga ke depan Kabupaten Musi Rawas bisa sejahtera," ucapnya.

Adin juga membeberkan salah satu cara yang dilakukan Perpusnas untuk mengembangkan budaya baca dan literasi di daerah, yakni mendistribusikan buku bacaan bermutu ke desa/kelurahan, taman bacaan masyarakat, dan rumah ibadah.

"Upaya ini didukung dengan metode-metode aktivitas literasi seperti membaca nyaring (read aloud), resensi buku, dan sepekan satu buku. Kegiatan-kegiatan tersebut akan selanjutnya diintegrasikan kepada pemerintah daerah, pegiat literasi, relawan literasi, dan mahasiswa agar masyarakat menjadi gemar membaca serta kecakapan literasi mereka meningkat," jelasnya.

Menyambung pernyataan yang disampaikan, Bapak Literasi Kabupaten Musi Rawas, Riza Novianto Gustam menambahkan bahwa untuk meningkatkan literasi di daerahnya, ada beberapa hal yang harus dibenahi seperti sumber daya manusia dan fasilitas.

"Orang tua, bunda literasi, pegiat literasi, semua unsur yang terlibat didalamnya menjadi hal yang mau dibenahi dan dimaksimalkan. Selanjutnya adalah fasilitas yang akan dilengkapi, bukan hanya dengan buku tapi juga jaringan internet, karena di sini masih banyak daerah blankspot. Ini menjadi tantangan bagi kami, namun bertahap kami perbaiki dengan kolaborasi antara anggaran dana desa, anggaran kabupaten, dan juga pihak swasta," ungkap Riza.    

Mengenai Festival Literasi, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Rawas, Endang Sri Hartati mengatakan, selain terselenggara berkat Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2025, kegiatan ini juga dapat terlaksana karena ada koordinasi yang terjalin baik antara pihaknya dan Organisasi Pemerintah Daerah lainnya.

Endang menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, ia menemukan banyak insight baru dalam upaya peningkatan budaya membaca dan kecakapan literasi di sana. Ia menyebutkan, di antaranya, antusiasme generasi muda Kabupaten Musi Rawas mengikuti kegiatan ini. Mereka, lanjut Endang, jadi mengetahui bahwa perpustakaan tidak hanya sekadar dijadikan sebagai tempat untuk membaca, tetapi juga melakukan kegiatan lainnya.

"Harapan kami, Perpusnas dapat terus memberikan dukungan agar kegiatan Festival Literasi ini menjadi sebuah kegiatan rutin tahunan dalam upaya menghasilkan penerus bangsa yang literat," pungkasnya.

Sebagai informasi, Festival Literasi Kabupaten Musi Rawas juga mengadakan lomba-lomba seperti bertutur dan membaca nyaring. Selain itu, ada juga stand perpustakaan desa yang menghadirkan hasil pelaksanaan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Kegiatan ini juga dirangkaian dengan sesi gelar wicara yang menghadirkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan dan Pendiri Benny Institute.

 

Reporter: Basma Sartika

Editor: Dyah R. Sugiyanto

Dokumentasi: Wara Merdekawati dan Ahmad Kemal Nasution

Galeri