Perpusnas Terima Audiensi Bupati Nagekeo Bahas Dukungan DAK Non Fisik untuk Literasi
Medan Merdeka Selatan, Jakarta– Sekretaris Utama (Sestama) Perpustakaan Nasional Indonesia (Perpusnas), Joko Santoso, didampingi oleh Kepala Pusat Jasa Informasi dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Suharyanto, menerima audiensi Bupati Kabupaten Nagekeo, Simplisius Donatus dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nagekeo, Servulus Babo Nuwa pada hari Kamis, (24/7/2025).
Audiensi ini bertujuan untuk membahas pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik untuk mendukung kegiatan pengembangan literasi di Kabupaten Nagekeo.
Bupati Simplisius menyampaikan bahwa ia telah merancang perluasan peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nagekeo agar dapat mengimplementasikan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).yang melibatkan masyarakat desa dan kelompok karang taruna
“Adapun salah satu bentuk kegiatannya adalah pelatihan penanaman pepaya California. Kegiatan ini merupakan pemberdayaan masyarakat melalui literasi pertanian.” jelasnya.
Ia juga berharap agar perhatian terhadap Kabupaten Nagekeo melalui dukungan DAK Non Fisik dapat terus berlanjut, tidak hanya pada tahun 2025 tetapi juga pada tahun 2026 mendatang.
“Kami mohon agar Perpusnas tetap memberikan perhatian kepada Kabupaten Nagekeo, sehingga program ini bisa terus berlanjut ke tahun berikutnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Servulus menambahkan kegiatan pelatihan pertanian dilakukan di bawah koordinasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mereka belajar bagaimana membuat pupuk, bagaimana mengolah media tanam, bagaimana menjiwai tanaman. Kemudian proyek itu juga diisi oleh karang taruna yang akan melakukan proses bisnis selanjutnya terhadap buah pepaya tersebut,” tuturnya.
Selain itu, ia menjelaskan program lainnya yaitu pelatihan Bahasa Inggris yang terjangkau bagi masyarakat pada tingkat kabupaten dan program English Goes to Kampung bagi masyarakat di desa.
Menanggapi hal tersebut, Sestama Joko, menyambut baik program-program yang yang telah dijalankan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nagekeo.
“Saya kira program-program tersebut sangat implementatif. Banyak program yang sifatnya inklusif dimana kegiatan-kegiatan tersebut berbasiskan pengetahuan dan ada taman bacaan yang mendukung aktivitas masyarakat dalam bidang pertanian. Saya kira ini sudah sangat bagus,” tuturnya.
Terkait usulan DAK Non Fisik Tahun 2026, Sestama Joko, menyampaikan agar segera melakukan pengusulan dan melengkapi proposal yang diperlukan.
“Silahkan saja nanti usulkan berikut proposalnya. Tetapi yang mesti diingat, DAK Non Fisik ini ada besarannya sesuai dengan akreditasi perpustakaan di daerah. Kalau misalnya, perpustakaan di Nagekeo sudah terakreditasi A bisa sampai Rp 1 miliar, kalau terakreditasi B sebesar Rp 750jt, dan kalau terakreditasi C sebesar Rp 500jt,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa kegiatan DAK Non Fisik berguna untuk mendukung pelayanan publik perpustakaan seperti misalnya workshop literasi informasi, festival literasi daerah, lomba membuat konten digital terkait literasi, pendataan perpustakaan, registrasi naskah Nusantara, dan sebagainya.
“Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk dapat memperkuat kualitas layanan perpustakaan di daerah sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses pengetahuan yang bermanfaat untuk meningkatkan kapabilitas SDM di daerah, termasuk di Nagekeo,” pungkasnya.
Reporter: Anastasia Lily
Dokumentasi: Prakas Agrestian
Galeri








