Perpusnas Terima Hibah Tujuh Buku Karya Kepala BPOM

Gallery image

Perpusnas Terima Hibah Tujuh Buku Karya Kepala BPOM

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menerima hibah tujuh buku karya Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar.

 

Buku tersebut diserahkan langsung kepada Deputi Bidang bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto, di Layanan Koleksi Monograf Terbuka, Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Perpusnas, Kamis (18/9/2025).

 

Deputi Suharyanto, menyampaikan apresiasinya atas kontribusiterebut. "Ini menjadi kebanggan kami karena karya Prof. Taruna yang tersimpan sudah cukup banyak, kini bertambah tujuh judul baru," ungkapnya.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Langkah ini sejalan dengan visi Perpusnas tahun 2025, yakni Perpustakaan Hadir Demi Martabat bangsa. "Saat ini kami memiliki tiga program Utama, yakni penguatan budaya baca dan kecakapan literasi, pengarusutamaan naskah nusantara, serta alreditasi dan standardisasi," tegasnya.

 

Ia menambahkan, salah satu bentuk dari penguatan budaya baca adalah dengan menghadirkan penulis untuk berbagi pengalaman langsung dengan masyarakat. "Kami mengundang penulis hadir ke Perpusnas untuk bercerita tentang karyanya, sehingga dapat menginspirasi dan memperluas wawasan pembaca," imbuhnya.

 

Tujuh buku yang diserahkan, diantaranya Ancaman ‘Silent Pandemic’ Akibat Resistensi Antimikroba; Pengendalian Resistensi Antimikroba di Indonesia; Badan POM Era Kolonial: Pengawasan Obat dan Makanan di Hindia Belanda(1800-1945); Sejarah dan Perkembangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)Republik Indonesia: Dari Era Kolonial Hingga Era Modern; Modernisasi Sistem Pengawasan Obat dan Makanan dalam Ekonomi Global; Mengawal Mutu, Membangun Bangsa: Kontribusi Strategis Badan POM Bagi Ketahanan Ekonomi Indonesia; Harmoni Keamanan dan Inovasi: Visi Strategis BPOM Menuju Indonesia Emas

 2045

 

Kepala BPOM, Taruna, mengatakan tujuh buku yang diserahkan mencakup tema resistensi antimikroba, sejarah BPOM dari era kolonial hingga modern, hingga strategi menuju Indonesia Emas 2045. "Tujuh buku ini ditulis dalam waktu tujuh bulan. Ini adalah kontribusi BPOM dalam perjalanan peradaban bangsa," katanya.

 

Menurutnya, Perpusnas memiliki posisi strategis dalam menjaga warisan pengetahuan. "Perpusnas adalah rumah peradaban. Dengan koleksi, manuskrip, hingga fasilitas modern yang dimiliki, Perpusnas tidak hanya berperan untuk bangsa tetapi juga peradaban dunia," ungkapnya.

 

Dalam kesempatan ini, turut hadir Sekretaris Utama BPOM, Jayadi; Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA, William Adi Teja; Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat BPOM, Elfi Wardaningsih.

 

Reporter: Wara Merdeka

Dokumentasi: Ahmad Kemal Nasution

Galeri