Perpusnas Tuan Rumah Peluncuran 26 Buku Literasi Konstitusi 2025

Gallery image

Perpusnas Tuan Rumah Peluncuran 26 Buku Literasi Konstitusi 2025

Medan Merdeka Selatan, Jakarta—Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) memperkuat perannya sebagai pusat literasi nasional dengan menjadi tuan rumah Peluncuran 26 Buku Literasi Konstitusi Tahun 2025 bersama Mahkamah Konstitusi (MK) RI. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Perpusnas, Jakarta, Selasa (17/12/2025), sebagai upaya memperluas pemahaman konstitusi bagi masyarakat luas.

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menyampaikan bahwa Perpusnas merasa terhormat dipercaya sebagai lokasi peluncuran buku serta rangkaian kegiatan literasi konstitusi. Menurutnya, hal ini menegaskan fungsi strategis perpustakaan sebagai ruang pembelajaran publik.

“Perpusnas merasa sangat berbahagia karena menjadi salah satu tempat yang dijadikan pilihan oleh Mahkamah Konstitusi dalam meluncurkan buku dan menyelenggarakan kegiatan literasi konstitusi,” ujarnya. 

Ia menegaskan bahwa perpustakaan memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tempat pengembangan kreativitas, serta wahana pemenuhan rasa ingin tahu masyarakat. Ketiga fungsi tersebut, lanjutnya, merupakan substansi pembangunan literasi yang menjadi mandat Perpusnas.

Sebagai perpustakaan layanan sekaligus perpustakaan deposit nasional, Perpusnas menyimpan, mengelola, dan melayankan hampir seluruh terbitan yang memperoleh ISBN, termasuk publikasi MK. Untuk itu, Kepala Perpusnas mengapresiasi konsistensi MK dalam menyerahkan penerbitannya sebagai koleksi nasional.

“Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu lembaga yang secara konsisten dan tertib menyerahkan penerbitan-penerbitannya ke Perpusnas untuk disimpan dan dilayankan kepada masyarakat,” ucapnya.  

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini MK telah menerbitkan 213 buku selama tujuh tahun terakhir. Buku-buku tersebut ditulis oleh para hakim dan aparatur sipil negara di lingkungan MK. 

Lebih jauh, ia menegaskan komitmen Perpusnas dalam memperluas akses literasi melalui penyediaan berbagai lokus baca. Sejak 2024, Perpusnas menyediakan lokus baca di desa, kelurahan, taman baca masyarakat, rumah ibadah, lembaga pemasyarakatan, hingga puskesmas.

“Setiap tahun kami menyediakan 10 ribu lokus baca baru dengan masing-masing dilengkapi 1000 judul buku sebagai bagian dari upaya bersama membangun literasi masyarakat,” jelasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MK Periode 2009-2013, Mahfud MD, menekankan pentingnya buku sebagai medium pemikiran mendalam di tengah derasnya arus informasi digital. Ia memberikan apresiasi kepada para penulis yang tetap produktif menulis buku di tengah tantangan rendahnya minat baca dan dominasi informasi instan.

“Menulis buku tetap penting karena buku ilmiah bukan sekadar media informasi, melainkan media pemikiran yang mendalam, konsisten secara teori, berkesinambungan secara metodologi, dan jelas sumbernya,” terangnya. 

Menurutnya, meskipun informasi digital unggul dalam kecepatan, buku memiliki keunggulan dalam kedalaman analisis dan tanggung jawab moral penulis terhadap gagasan yang disampaikan. “Buku memang tidak bisa menandingi kecepatan internet, tetapi buku melawan kedangkalan, melawan budaya instan, dan melawan spontanitas dalam menjelaskan sesuatu,” tegasnya.

Mahfud juga mengemukakan bahwa menulis buku merupakan kontribusi peradaban dan pekerjaan publik yang tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan ekonomi atau popularitas penulis. “Buku bukan sekadar publikasi, melainkan warisan intelektual yang bisa dibaca lintas generasi dan menjadi fondasi perkembangan pemikiran hukum dan ketatanegaraan,” katanya.

Sementara itu, Hakim MK, Arief Hidayat, menekankan perlunya transformasi menuju bangsa dengan tingkat literasi tinggi. Dalam konteks ini, MK secara konsisten meluncurkan buku setiap tahun yang ditulis oleh para stafnya. "Kita biasanya bangsa yang bertutur tapi sekarang kita ubah menjadi bangsa yang mempunyai literasi yang tinggi. Oleh karena itu, Mahkamah Konstitusi memulai setiap tahun meluncurkan buku," tuturnya.

Arief juga menyampaikan apresiasi kepada Perpusnas yang dinilai sebagai pusat peradaban dan kecerdasan bangsa. Dukungan Perpusnas sangat penting baginya di tengah era pasca kebenaran dan derasnya arus informasi media sosial yang kerap diwarnai ujaran kebencian dan informasi yang tidak bertanggung jawab. 

“Jika literasi bermutu tidak dibudidayakan, masyarakat akan terus dicekoki hal-hal yang menyesatkan,” tandasnya. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian acara yang berlangsung pada 12–18 Desember 2025, meliputi Pameran Buku Mahkamah Konstitusi, Peluncuran Buku dan Talkshow Literasi Konstitusi, Siniar (Podcast) MK dan Literasi Konstitusi, serta Seminar Perempuan dan Literasi Konstitusi. Peluncuran ini dihadiri sejumlah 150 peserta secara luring dan lebih dari 500 peserta secara daring melalui Zoom dan kanal YouTube MK dan Perpusnas. 

 

Reporter: Alditta Khoirun Nisa / Wara Merdeka

Editor: Dyah R. Sugiyanto

Dokumentasi: Prakas Agrestian / Aji Anwar

 

Galeri