Perpusnas Tutup Program Magang Nasional, 79 Peserta Raih Pengalaman Praktis Kepustakawanan
Jakarta-Humas Perpusnas. Program Magang Nasional Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) merupakan sarana penting dalam meningkatkan kompetensi dan pengalaman praktis mahasiswa, khususnya di bidang kepustakawanan dan pengelolaan informasi.
“Selain itu, program ini juga memiliki empat tujuan utama yaitu meningkatkan keterampilan kerja, memberi ruang praktik atas teori yang dipelajari di perguruan tinggi, menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman, serta membangun jejaring profesional untuk membuka peluang karir di masa depan,” jelas Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso pada penutupan kegiatan Magang Nasional Perpusnas, Kamis (21/5/2026).
Lebih lanjut, ia mengapresiasi 79 peserta magang yang telah menyelesaikan program magang selama enam bulan dengan hasil sangat memuaskan.
“Saya berharap, teman-teman semua tetap menjaga semangat kerja selepas program magang berakhir karena kita semua meyakini bahwa pustakawan adalah profesi yang sangat membanggakan. Pustakawan berdedikasi untuk menjaga akses pengetahuan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” tuturnya.
Menurutnya, pustakawan memiliki peran penting sebagai kurator informasi yang kredibel dan terpercaya di tengah era disrupsi digital yang dipenuhi informasi palsu, judi online, hingga penipuan daring,
“Pustakawan adalah pemegang obor di dalam kegelapan karena memberikan pencerahan melalui ilmu pengetahuan. Kerja kepustakawanan merupakan kerja kurasi untuk memastikan bahwa sumber pengetahuan yang terbuka bagi siapa saja merupakan sumber pengetahuan yang kredibel, layak dipercaya dan memiliki otoritas karena sudah mendapatkan validasi dari para pustakawan,” urainya.
Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Umum, Janti Suksmarini menyampaikan program magang ini bukan sekadar menjalankan tugas administratif atau memenuhi kewajiban akademik.
“Program magang adalah ruang pembentukan karakter, etika kerja, tanggung jawab serta kemampuan bekerja sama dalam sebuah organisasi. Di tempat inilah saudara-saudara bisa belajar, bukan hanya menjadi orang pintar tetapi juga menjadi orang yang mampu bekerja dengan integritas, memiliki komunikasi dan diharapkan memiliki kemauan untuk terus belajar,” tuturnya.
Janti menambahkan, Perpusnas sebagai institusi pengelola pengetahuan memiliki komitmen untuk terus membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda.
Adapun 79 peserta magang ditempatkan pada sejumlah unit kerja di lingkungan Perpusnas, diantaranya Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan, Pusat Preservasi dan Alih Media Bahan Perpustakaan, Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi, Pusat Jasa Informasi dan Pengelolaan Naskah Nusantara, serta unit kerja Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan.*** (AL/Ed: BS/Dok: AIF)
Galeri







